Berita OKU Timur

Jadwal Libur Sekolah Selama Ramadan 1447 H/2026 di OKU Timur Sumsel, Jam Belajar Dikurangi 10 Menit

Disdikbud OKU Timur memberlakukan libur dan belajar mandiri di rumah menjelang Ramadan 1447 H bagi siswa SD dan SMP.

Tribunsumsel.com
ILUSTRASI GEDUNG SEKOLAH - Disdikbud OKU Timur menetapkan kebijakan kebijakan belajar mandiri dan penyesuaian jam pelajaran selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan ini bertujuan memperkuat pembentukan karakter religius dan meningkatkan peran keluarga dalam mendampingi siswa menjalankan ibadah. 

Ringkasan Berita:
  • Disdikbud OKU Timur memberlakukan libur dan belajar mandiri di rumah menjelang Ramadan 1447 H bagi siswa SD dan SMP.
  • Selama Ramadan, jam pelajaran dikurangi 10 menit, praktik olahraga diganti teori, dan kegiatan keagamaan diperbanyak.
  • Kebijakan ini diarahkan untuk penguatan karakter, akhlakul karimah, serta peningkatan keimanan dan ketakwaan peserta didik.

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menetapkan kebijakan masa belajar mandiri di rumah bagi siswa SD dan SMP negeri/swasta dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 400.3.1/048/III.Disdikbud.OT/2026 tertanggal 10 Februari 2026 tentang Libur Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal 1447 H), yang ditujukan kepada seluruh kepala satuan pendidikan SD dan SMP di wilayah OKU Timur.

Dalam surat itu dijelaskan, kegiatan pembelajaran menjelang Ramadan diliburkan mulai 18 hingga 21 Februari 2026.

Siswa kembali masuk sekolah pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026 dengan penyesuaian jam belajar selama bulan Ramadan.

Selama Ramadan, durasi setiap jam pelajaran dikurangi 10 menit. Selain itu, pembelajaran praktik olahraga diganti dengan teori dan diperbanyak kegiatan keagamaan. 

Sekolah juga diharapkan mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan kerohanian guna membentuk akhlakul karimah peserta didik.

Kepala Disdikbud OKU Timur, Wakimin, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Edi Subandi, menjelaskan bahwa kebijakan belajar mandiri di awal Ramadan bukan sekadar libur biasa, tetapi diarahkan untuk penguatan karakter dan nilai-nilai spiritual siswa.

“Belajar mandiri di rumah pada awal Ramadan kami harapkan diisi dengan kegiatan positif seperti pembiasaan ibadah, membaca Al-Qur’an, membantu orang tua, serta meningkatkan kepedulian sosial. Ini bagian dari pendidikan karakter,” ujarnya kepada jurnalis Tribunsumsel.com dan Sripoku.com pada Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, Ramadan merupakan momentum strategis untuk membentuk keimanan dan ketakwaan peserta didik. Karena itu, peran keluarga menjadi sangat penting dalam mendampingi anak selama masa belajar di rumah.

“Kami ingin siswa lebih khusyuk menjalankan ibadah bersama keluarga. Pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan masyarakat,” tambahnya.

Disdikbud juga mengarahkan seluruh satuan pendidikan agar selama bulan Ramadan melaksanakan kegiatan kerohanian dan keagamaan secara terencana. 

"Kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan sikap disiplin, empati, serta memperkuat akhlak mulia para siswa," katanya.

Sementara itu, untuk libur Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, ditetapkan mulai 16 hingga 28 Maret 2026. Kegiatan belajar mengajar kembali aktif pada 30 Maret 2026.

"Melalui kebijakan ini, Disdikbud OKU Timur berharap suasana Ramadan di lingkungan pendidikan tidak hanya menjadi momen penyesuaian jadwal belajar, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter religius yang lebih kuat bagi generasi muda," pungkasnya.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved