Berita OKU Timur
Dari Halaman Sekolah, SMPN 3 Martapura OKU Timur Dukung Gerakan Sumsel Mandiri Pangan
Hal ini juga merupakan upaya mewujudkan kemandirian pangan tidak selalu bergantung pada lahan luas atau teknologi mahal.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- SMP Negeri 3 Martapura menggelar panen raya hasil pemanfaatan lahan sekolah sebagai dukungan nyata terhadap Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).
- Kegiatan panen tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter dan pembelajaran berbasis lingkungan bagi siswa.
- Melalui program ini, sekolah menanamkan pola pikir mandiri dan produktif sejak dini serta mendorong peran institusi pendidikan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Bukan sekadar memetik hasil kebun, panen raya yang digelar SMP Negeri 3 Martapura, Kabupaten OKU Timur, menjadi sarana menanamkan nilai kemandirian sejak dini kepada para siswa.
Melalui pemanfaatan lahan sekolah, kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus wujud dukungan nyata terhadap Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang diinisiasi Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru.
Hal ini juga merupakan upaya mewujudkan kemandirian pangan tidak selalu bergantung pada lahan luas atau teknologi mahal.
Di SMP Negeri 3 Martapura, Kabupaten OKU Timur, semangat itu justru tumbuh dari halaman sekolah melalui pemanfaatan lahan sederhana yang dikelola secara konsisten.
Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang diinisiasi Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, SMPN 3 Martapura menggelar panen raya hasil kebun sekolah, yang melibatkan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.
Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak berbeda. Area kebun yang selama ini menjadi ruang belajar terbuka dipenuhi siswa-siswi yang antusias memanen hasil tanaman pangan yang mereka rawat sendiri.
Cabai, aneka sayuran hijau, hingga tanaman apotek hidup dipetik satu per satu, menjadi bukti nyata bahwa lahan terbatas pun dapat memberi hasil jika dikelola dengan serius.
Baca juga: Petani di Musi Rawas Semringah, Harga Padi Bertahan Rp11.500/Kg Meski Panen Selesai, Biasanya Anjlok
Baca juga: Mulai Serap Gabah Hasil Panen, Bulog Sumsel Babel Targetkan Penyerapan 172 Ribu Ton di 2026
Kepala SMP Negeri 3 Martapura, Yulyani, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa kegiatan panen raya ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses pembelajaran karakter yang terintegrasi dengan kurikulum sekolah.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan hidup. Melalui kegiatan berkebun dan panen ini, mereka belajar tentang proses, ketekunan, kerja sama, serta mencintai pertanian sejak dini,” ujar Yulyani di sela kegiatan, Selasa (27/1/2026).
Ia juga menjelaskan, keterbatasan lahan justru menjadi tantangan yang mendorong kreativitas sekolah. Lahan kosong yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini disulap menjadi kebun produktif yang memberi nilai edukatif dan ekonomis.
“Arahan Bapak Gubernur Sumatera Selatan sangat jelas, mengajak masyarakat mengubah pola pikir dari sekadar konsumen menjadi produsen. Semangat itu kami terjemahkan di lingkungan sekolah. Dari ruang yang ada, anak-anak kami ajak menghasilkan, bukan hanya mengonsumsi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yulyani menyampaikan bahwa program pemanfaatan lahan ini telah berjalan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari kurikulum berbasis lingkungan yang diterapkan di SMPN 3 Martapura.
Selain menunjang mata pelajaran tertentu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi gizi dan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan.
“Hasil panen tidak hanya menjadi kebanggaan siswa, tetapi juga dimanfaatkan untuk kebutuhan pembelajaran dan edukasi gizi. Anak-anak jadi memahami dari mana makanan berasal dan bagaimana prosesnya,” jelasnya.
| Daftar 5 Nama Bakal Calon Ketua DPC PKB OKU Timur 2026–2031, Siap Uji Kelayakan di DPP |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca OKU Timur 19 April 2026: Hujan Ringan Dominasi Belitang hingga Madang Suku |
|
|---|
| Polres OKU Timur Ringkus Tiga Remaja Pengedar Ekstasi Bentuk Karakter Labubu dan Granat |
|
|---|
| Panen Padi di OKU Timur Anjlok 80 Persen, Dampak Hama Penggerek Batang Hantam Sawah Sejak Awal Tanam |
|
|---|
| Sedang Menyadap Karet, Motor Muslim Petani di OKU Timur Hilang Dicuri, Satu Pelaku Ditangkap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Dari-Halaman-Sekolah-SMPN-3-Martapura-OKU-Timur-Dukung-Gerakan-Sumsel-Mandiri-Pangan.jpg)