Berita OKU Timur
Hama Sundep dan Ancaman Iklim, Jadi Biang Kecemasan Para Petani Padi OKU Timur
Bagi Sunarto, menjadi petani bukan sekadar pekerjaan, melainkan cara bertahan hidup sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Petani OKU Timur khawatir serangan hama sundep dan perubahan iklim mengancam hasil panen padi.
- Harga gabah Rp6.500–Rp6.700 per kilogram dinilai cukup membantu ekonomi petani.
- Minimnya regenerasi petani menjadi tantangan baru sektor pertanian di pedesaan.
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Di tengah harga gabah yang mulai membaik, para petani padi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur masih dihantui ancaman hama dan perubahan iklim yang kian tidak menentu.
Kondisi itu dirasakan langsung Sunarto (41), petani asal Dusun Bukit Napuh, Kelurahan Bukitsari, Kecamatan Martapura, yang telah menggarap sawah sejak 2009.
Bagi Sunarto, menjadi petani bukan sekadar pekerjaan, melainkan cara bertahan hidup sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, tantangan yang dihadapi petani disebut semakin berat, terutama serangan hama sundep yang menyerang batang padi.
“Kalau dulu tantangan terbesar itu hama tikus. Sekarang yang paling susah itu sundep, karena seperti cacing yang ada di dalam batang padi, jadi sulit diatasi. Kalau terus menyerang, hasil gabah pasti turun,” ujarnya saat dibincangi Jurnalis Tribunsumsel.com dan Sripoku.com, Jumat (15/4/2026).
Ia menjelaskan, perubahan dalam dunia pertanian memang mulai terasa, terutama dari sisi penggunaan alat modern.
Jika dulu pengolahan lahan hingga panen masih dilakukan secara manual, kini petani mulai terbantu dengan keberadaan traktor jonder dan mesin combine harvester yang mempercepat proses panen.
Meski demikian, modernisasi alat belum sepenuhnya menjawab persoalan utama petani. Biaya produksi disebut terus meningkat, mulai dari harga pupuk, pestisida hingga kebutuhan modal tanam yang semakin tinggi setiap musim.
“Petani sekarang harus tetap semangat walaupun pupuk mahal, pestisida mahal, dan biaya modal terus naik,” katanya.
Baca juga: Warga OKU Keluhkan Harga Barang Pokok Merangkak Naik, Beras, Minyak Goreng Hingga Cabai Melonjak
Baca juga: Update Harga Kopi Empat Lawang: Stagnan di Rp50 Ribu, Petani Berharap Lonjakan Jelang Puncak Panen
Di sisi lain, Sunarto mengaku bersyukur karena harga gabah kering panen saat ini masih berada di kisaran Rp6.500 hingga Rp6.700 per kilogram. Menurutnya, harga tersebut cukup membantu ekonomi keluarga dan biaya pendidikan anak-anak.
“Alhamdulillah hasil tani cukup untuk makan sehari-hari dan anak sekolah. Harga gabah sekarang lumayan membantu petani,” ucapnya.
Namun rasa cemas tetap menghantui para petani, terutama terkait ancaman perubahan iklim dan musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Ia khawatir cuaca ekstrem akan berdampak pada produksi pertanian di masa mendatang.
“Kami takut kalau kemarau makin panjang dan panas. Ditambah lagi hama sundep ini, itu yang membuat petani cemas ke depan,” katanya.
| Gerebek Bandar Sabu di Desa Argo Mulyo, Polisi Amankan Petani dan Sita 22,55 Gram Sabu Siap Edar |
|
|---|
| Perkuat Ekonomi Kreatif, Pemkab OKU Timur Gelar Pelatihan Kerajinan Tas Wastra dan Batik |
|
|---|
| Jalan Penghubung Desa Karang Endah-Sukamulya OKU Timur Rusak Parah, Hambat Distribusi Hasil Bumi |
|
|---|
| Terjebak Strategi Undercover Buy, Pria di OKU Timur Tak Berkutik Serahkan Sabu ke Polisi Menyamar |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Minggu 3 Mei 2026, Mayoritas Wilayah OKU Timur Diguyur Hujan Ringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Hama-Sundep-dan-Ancaman-Iklim-Jadi-Biang-Kecemasan-Para-Petani-Padi-OKU-Timur.jpg)