Beruang Serang Warga di Musi Rawas
Melihat Lokasi Beruang Serang Warga di Musi Rawas, Hanya Berjarak 3,5 Kilometer dari Permukiman
Seekor beruang menyerang warga bernama Junaidi secara membabi buta saat sedang menyadap karet di Desa Ciptodadi I, Musi Rawas.
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Seekor beruang menyerang warga bernama Junaidi secara membabi buta saat sedang menyadap karet di Desa Ciptodadi I, Musi Rawas.
- Pascakejadian, warga bersama polisi melakukan olah TKP dan menemukan banyak jejak cakaran pada pohon-pohon di kebun lokasi kejadian.
- Polsek Jayaloka kini berkoordinasi dengan BKSDA untuk menangani satwa liar tersebut.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS -- Polisi didampingi warga melakukan olah TKP di lokasi petani yang diserang beruang di kebun Desa Ciptodadi I, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel.
Di sana ditemukan banyak jejak pada pohon yang tercabik-cabik. Diduga itu merupakan bekas cakaran beruang yang baru-baru ini menyerang warga.
Sebelumnya, seorang warga di Kabupaten Musi Rawas alami luka serius di sekujur tubuhnya, usai diserang hewan buas jenis beruang saat sedang berkebun.
Diketahui korban bernama Junaidi di Arga, Dusun Kertayasa, Desa Ciptodadi I, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya seperti di kepala, kaki, tangan, dan juga bahu. Saat ini korban tengah menjalani perawatan di Puskesmas Ciptodadi.
Peristiwa yang hampir merenggut nyawanya tersebut terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 siang sekira pukul 11.00 WIB.
Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, melalui Kapolsek Jayaloka, Iptu M Soleh mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di salah satu kebun warga yang ada di Desa Ciptodadi I, Kecamatan Sukakarya, Musi Rawas.
"Kejadiannya di dekat aliran Sungai Temelat, masih di Desa Ciptodadi I," kata Kapolsek saat dikonfirmas, Senin (18/5/2026).
Baca juga: Breaking News : Petani di Musi Rawas Diserang Beruang Saat Berkebun, Luka Serius di Sekujur Tubuh
Kapolsek mengatakan, setelah kejadian petugas bersama warga langsung melakukan cek TKP.
Hasilnya, di sekitar lokasi memang banyak ditemukan jejak diduga bekas cakaran beruang di pohon.
"Saat anggota cek TKP, banyak jejak di sekitar lokasi kejadian. Jejak itu kami temukan pada pohon, yang terdapat banyak cakaran dan tercabik-cabik," ucap Kapolsek.
Saat ini, lanjut Kapolsek, pihak kepolisian sedang berkoordinasi secara intensif dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta Forkopimcam Sukakarya untuk melakukan penanganan lebih lanjut terhadap satwa liar tersebut.
"Lokasi kejadian itu memang kebun karet, tapi sudah lama tidak terawat, sehingga berubah menjadi semak belukar," ungkap Kapolsek.
Dikatakan Kapolsek, kondisi lingkungan yang rimbun dan menyerupai hutan inilah yang diduga kuat memicu binatang buas seperti beruang tersebut bersarang atau mencari makan di area perkebunan warga.
"Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan," imbau Kapolsek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Melihat-Lokasi-Beruang-Serang-Warga-di-Musi-Rawas-Berjarak-35-Kilometer-dari-Permukiman.jpg)