Berita OKU Timur
PMII OKU Timur Gelar Nobar “Pesta Babi”, Soroti Dampak PSN Bagi Masyarakat Adat Papua
PMII OKU Timur menggelar nobar film dokumenter Pesta Babi bersama mahasiswa lintas kampus.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- PMII OKU Timur menggelar nobar film dokumenter Pesta Babi bersama mahasiswa lintas kampus.
- Film menyoroti dampak Program Strategis Nasional terhadap masyarakat adat Papua.
- Kegiatan dilanjutkan diskusi kritis tentang hak adat, konflik agraria, dan peran mahasiswa.
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) OKU Timur menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi sebagai ruang refleksi dan diskusi kritis mahasiswa terhadap isu sosial dan kemanusiaan.
Kegiatan tersebut diikuti kader PMII serta mahasiswa lintas kampus di OKU Timur dengan suasana diskusi yang berlangsung aktif dan penuh antusias.
Film dokumenter yang diputar mengangkat persoalan masyarakat adat Papua yang terdampak Program Strategis Nasional (PSN).
Melalui kegiatan itu, peserta diajak memahami sisi lain pembangunan yang dinilai belum sepenuhnya melibatkan masyarakat lokal dalam proses dialog maupun pengambilan keputusan.
Penanggung jawab kegiatan, Fatkul Arif, mengatakan bahwa dokumenter tersebut bukan sekadar tontonan, tetapi menjadi bahan refleksi tentang pentingnya pembangunan yang tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
Menurutnya, negara harus memastikan setiap kebijakan pembangunan tidak mengorbankan hak-hak masyarakat adat maupun ruang hidup masyarakat kecil.
“Film ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan rakyat. Negara harus hadir dengan dialog dan keberpihakan kepada masyarakat adat, bukan justru menciptakan penderitaan baru,” ujar Fatkul Arif, Minggu (17/5/2026).
Baca juga: Di Tengah Kontroversi, HMI Lubuklinggau Gelar Nobar Film Pesta Babi : Buka Ruang Diskusi Mahasiswa
Usai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terbuka mengenai berbagai isu yang muncul dalam dokumenter tersebut, mulai dari hak masyarakat adat, konflik agraria, pembangunan nasional, hingga posisi mahasiswa sebagai agen kontrol sosial.
Berbagai pandangan kritis disampaikan peserta dalam forum diskusi. PMII OKU Timur menilai kegiatan semacam itu penting untuk membangun budaya literasi, meningkatkan kepekaan sosial, sekaligus memperluas ruang dialog intelektual di kalangan mahasiswa.
Bagi PMII OKU Timur, nobar film dokumenter bukan hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana pendidikan sosial agar mahasiswa lebih memahami realitas yang terjadi di tengah masyarakat.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Pengoplos LPG 3 Kg ke Tabung 12 Kg di OKU Timur Terungkap, Hasilnya Diduga Dipasok ke Dapur MBG |
|
|---|
| Update Harga TBS Kelapa Sawit di OKU Timur Turun Jadi Rp2.700 per Kilogram, Petani Mengeluh |
|
|---|
| Dari Sumsel ke Panggung Nasional, Herman Deru Disebut Layak Dipertimbangkan Maju Cawapres 2029 |
|
|---|
| Sosok Cicilia Eny, ASN di OKU Timur Peraih Penghargaan Kalpataru, Ubah Sampah Jadi Berkah Lingkungan |
|
|---|
| Penyebab Sunarko, Anggota KPU OKU Timur Dipecat DKPP RI, Serumah Dengan Wanita Bukan Istri & Pungli |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/nobar-pesta-babi-di-oku-timur.jpg)