Berita Banyuasin

Askolani Ungkap Keunggulan dan Potensi Besar Sektor Pertanian di Banyuasin

Bupati Banyuasin Dr H Askolani mengungkapkan banyak keunggulan yang masih bisa dikembangkan dari sektor pertanian di wilayahnya. 

Tayang:
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Tribunsumsel.com/M. Ardiansyah
KUNJUNGAN -- Bupati Banyuasin Dr H Askolani (tengah kiri) saat berkunjung ke Graha Tribun, Rabu (15/1/2026). Kehadirannya disambut Kepala Newsroom Tribun Sumsel-Sriwijaya Post Yudie Thirzano (tengah kanan) GM Bisnis Tribunsumsel-Sriwijaya Post Ririen Kusumawardani (dua dari kiri) dan jajaran redaksi Tribun Sumsel-Sriwijaya Post. 

Kabupaten Banyuasin tahun 2025 menghasilkan 674.918 ton beras atau naik dari tahun 2024 sebesar 130.473 ton.

Kabupaten Banyuasin berhasil pengalahkan Kabupaten Indramayu, Karawang bahkan OKU Timur untuk peningkatan produksi beras secara nasional. 

Bupati Banyuasin Dr H Askolani mengungkapkan, bila Banyuasin merupakan penghasil gabah terbesar di Sumatera dan nomor 2 di Indonesia dengan capaian 1.176.108 ton gabah kering giling pada akhir tahun 2025.

"Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia kembali mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target yang ditetapkan. Sebelumnya swasembada pangan akan diwujudkan dalam 4 tahun, namun berkat kerjasama banyak pihak swasembada pangan berhasil diwujudkan hanya dalam waktu 1 tahun," kata Askolani, Kamis (8/1/2026).

Presiden menyampaikan, lanjut Askolani keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat dan berkemampuan.

Hingga akhir tahun 2025, Indonesia tercatat memiliki cadangan beras lebih dari 3 juta ton yang tersimpan di gudang pemerintah.

Cadangan tersebut mencerminkan keberhasilan kebijakan pangan nasional sekaligus kekuatan bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri.

Stok beras pemerintah kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah, bahkan cadangan beras mencapai 4,2 juta ton pada pertengahan 2025 dan 3,25 juta ton di akhir tahun, dengan produksi beras nasional 34,71 juta ton.

Harga beras tetap terkendali, inflasi terjaga, dan kesejahteraan petani terus meningkat.

Lebih lanjut menurut Askolani, Presiden menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara optimal.

Presiden tidak bisa menerima kenyataan apabila negara yang begitu kaya dan dianugerahi sumber daya melimpah masih bergantung pada bangsa lain.

"Penghargaan mulai dari Satyalencana Wira Karya, penghargaan penghasil beras nomor satu nasional dan penghasil gabah terbesar nomor dua nasional, tidak lepas dari kerja keras dinas, PPL, terutama para petani dan bribade pangan. Pastinya, ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Banyuasin," pungkasnya. 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved