Berita Ogan Komering Ilir
Kasus DBD di OKI Meningkat, 10 Pasien Jalani Perawatan Intensif di RSUD Kayuagung
Terjadi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Moch Krisna
Ringkasan Berita:
- RSUD Kayuagung merawat intensif 10 pasien DBD, di mana mayoritas pasien merupakan warga Kecamatan Kayuagung.
- Dinas Kesehatan OKI menggencarkan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan tindakan fogging di desa-desa yang melaporkan temuan kasus.
- Warga diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala dan wajib menerapkan 3M untuk membasmi sarang nyamuk.
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Terjadi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang mulai mengkhawatirkan masyarakat.
Saat ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung mencatat 10 pasien tengah menjalani perawatan intensif akibat terjangkit penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan OKI, M. Lubis melalui Sub Koordinator Penyakit Menular, M. Fahmi mengatakan setiap laporan kasus DBD yang masuk akan langsung ditindaklanjuti dengan Penyelidikan Epidemiologi (PE) jentik nyamuk.
"PE meliputi pemeriksaan jentik nyamuk di rumah penderita dan sekitarnya, serta mendata warga yang mengalami gejala serupa," ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (30/4/2026) siang.
Menurutnya, pencegahan dinilai sangat penting supaya penanganan DBD bisa tepat sasaran. PE biasanya dilakukan sebelum tindakan lanjutan seperti fogging (penyemprotan asap nyamuk).
"Sementara untuk tindakan fogging sudah kami lakukan pada setiap laporan kasus yang masuk. Seperti kemarin perwakilan kami sudah mendatangi Desa Serigeni dan Serigeni Baru, sehari sebelumnya di Desa Sugih Waras," terangnya.
Dijelaskan dia, dari 10 pasien yang menjalani perawatan intensif akibat DBD, 6 di antaranya merupakan warga Kecamatan Kayuagung.
"Empat lainnya berasal dari kecamatan lain," ucapnya.
Disebutkan untuk gejala yang dialami pasien seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, hingga muncul bintik merah pada kulit, sehingga membutuhkan penanganan intensif dari tim medis.
"Maka dari itu kami mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala DBD, agar bisa ditangani lebih cepat," katanya.
Masih kata dia, mengingat kondisi saat ini masih kerap dilanda hujan di beberapa daerah, pihaknya terus menginstruksikan seluruh puskesmas untuk menggencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di tengah masyarakat.
"Mari kita gencar membasmi sarang nyamuk dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk kegiatan 3M agar jentik nyamuk tidak berkembang biak dan mencegah DBD," pungkasnya
(*)
| Angin Segar Bagi Buruh OKI, Dewan Pengupahan Ditargetkan Mulai Berlaku Efektif pada 2027 |
|
|---|
| Kayuagung Dilanda Cuaca Ekstrem: Pohon Kapuk Raksasa Roboh Tutup Jalan, Pengendara Motor Terluka |
|
|---|
| Sembunyikan Sabu di Balik Bingkai Foto, Pria asal Kayuagung OKI Tak Berkutik Digerebek Polisi |
|
|---|
| Tak Ingin Ekonomi Lumpuh Karena Asap, Kapolda Sumsel Instruksikan OKI Pilot Project Bebas Karhutla |
|
|---|
| Harga Karet di OKI Tembus Rp17.000, Jadi Rekor Tertinggi Sepanjang Tahun 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Demam-Berdarah-OKI-1.jpg)