Makanan MBG Sering Terbuang

LIPSUS: Makanan Program MBG Sering Terbuang Sia-sia, Orang Tua Ungkap Nasi Keras, Aroma Lauk Basi -1

Selain itu siswa setingkat SMP di kawasan Talang Jambe mengeluhkan, menu MBG yang mereka terima makin hari makin tak selera untuk dimakan. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Choirul Rahman
MAKANAN BERGIZI GRATIS -- Sejumlah siswa di Kecamatan Semendawai Suku III tampak lahap menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mereka, Kamis (25/09/2025). Program ini menjangkau sekitar 66 ribu anak di Kabupaten OKU Timur melalui 22 dapur SPPG. 

“Dari segi ukuran, masih ada yang belum sesuai. Misalnya, seharusnya50 gram, mungkin hanya diberikan25 gram. Artinya, tidak memenuhi standar,” jelasnya.

Menurut Kepala Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UM AD) Palembang, masalahnya terletak padaprosesyang minim pengawasan, bukan pada perencanaan menu.

“Kalau ada yang keracunan, harus ditelusuri kenapa terjadi. Prosesnya panjang,” katanya. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh:

Higiene Tempat:Apakah tempat penyedia makananhigenisdansanitasinyasudahtersertifikasi?

Kualitas Bahan Baku:Apakah bahan makanan yang disiapkan, seperti sayur dan ayam, sudah disortir dansegar?

Prosedur Memasak:Apakah proses memasak sudah sesuai prosedur untuk membunuh bakteri dan kuman?

Penyimpanan dan Distribusi:Apakah tempat penyimpanan makanan sudah layak? Apakah pengemasan (packing) dan distribusi memenuhi standar?

“Sebab, bakteriE. colidan virus itulah yang menyebabkan anak-anak keracunan. Ini faktornya bukan hanya satu. Apalagi satu dapur MBG menyediakan3.000–4.000porsi. Evaluasi harus dilakukan terhadap penyedia MBG, termasuk kelayakan dan sertifikasi parapenjamah makanan,” tandasnya.

Palembang Miliki 97 Dapur SPPG dalam Program MBG

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, melaporkan bahwa per hari ini, terdapat 97 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi penuh untuk menyokong program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palembang.

Sembilan puluh tujuh dapur raksasa ini tersebar di seluruh 18 kecamatan di Kota Palembang.

“Pemerintah daerah diminta oleh pemerintah pusat untuk berperan aktif dalam pengawasan, hingga ke tingkat akar rumput. Saat ini ada sekitar 97 dapur SPPG di Kota Palembang, dan semua itu harus diawasi ketat,” tegas Ratu Dewa.

Ia menjelaskan, sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), intervensi tegas akan diterapkan. Jika ditemukan masalah terkait kualitas makanan yang dikelola SPPG, maka akan langsung dilakukan penghentian sementara.

“Jika program MBG yang dikelola SPPG bermasalah, akan dilakukan penghentian sementara sambil dievaluasi. Kami juga berharap institusi terkait lainnya, seperti Polri, segera melakukan investigasi, termasuk uji sampel terhadap makanan yang diduga menyebabkan keracunan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang, M. Affan Prapanca, optimistis bahwa jumlah dapur SPPG akan terus bertambah. Pihaknya bertekad agar seluruh siswa dari tingkat TK, SD, hingga SMP bisa segera menikmati manfaat program ini.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved