Berita Palembang

Duka Andi, Tokonya di Pasar 16 Ilir Palembang Hangus Terbakar, Seluruh Modal Usah Raib

Diduga api berasal dari korsleting listrik yang membakar sejumlah toko dan kios. Salah satu yang menjadi korban ialah Andi (58).

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel/Linda Trisnawati
TERBAKAR - Andi saat membersihkan kiosnya yang terbakar di Pasar 16 Ilir, Minggu (10/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kebakaran di Pasar 16 Ilir pada Kamis (7/5/2026) malam diduga akibat korsleting listrik dan membakar sejumlah toko serta kios pedagang.
  • Salah satu korban, Andi (58), mengaku sekitar 95 persen pakaian dagangannya hangus terbakar dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp200 juta.
  • Pedagang yang telah berjualan sejak 2002 itu berharap mendapat bantuan pemerintah karena seluruh modal usahanya habis akibat kebakaran.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kebakaran terjadi di Pasar 16 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan, pada Kamis (7/5/2026) malam.

Diduga api berasal dari korsleting listrik yang membakar sejumlah toko dan kios. Salah satu yang menjadi korban ialah Andi (58).

Saat ditemui di Pasar 16 Ilir, Minggu (10/5/2026), Andi mengatakan sekitar 95 persen pakaian dagangannya hangus terbakar, sementara sisanya masih dalam proses pencarian dan pembersihan.

“Seperti inilah kondisinya, pakaian hangus terbakar. Kerugiannya kurang lebih Rp200 juta,” kata Andi saat diwawancarai Tribunsumsel.com di kiosnya yang terbakar.

Baca juga: Kebakaran di Pasar 16 Ilir Palembang Diduga Karena Korsleting Listrik, Kios Gamis Ikut Terbakar

Baca juga: Sensasi Pempek Tumpah di Pasar 16 Ilir Palembang, Laris Manis hingga Cuan Rp1 Juta Sehari

Menurut Andi, kebakaran tersebut membuat dirinya kehilangan seluruh modal usaha.

Ia pun mengaku belum mengetahui langkah yang akan diambil untuk kembali berusaha setelah musibah itu.

“Sebelumnya pihak PD Pasar sudah menemui saya. Katanya nanti akan ada bantuan dari pemerintah, tapi sampai sekarang belum ada. Harapannya semoga ada bantuan,” kata ayah dua anak itu.

Andi menuturkan, usaha pakaian yang dijalankannya telah dibangun sejak 2002. Namun, sejak pandemi Covid-19, penjualan di pasar memang mulai menurun.

“Meskipun penjualan tidak begitu ramai, masih cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari. Namun sekarang kondisinya sudah terbakar, jadi tidak tahu harus bagaimana lagi,” katanya.
 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved