OPINI
Mengenang Bambang Utoyo: KASAD yang Kenyang dengan Medan Perjuangan
Dalam catatan sejarah Perang Kemerdekaan Sumatera Selatan, sejak dari awalnya sudah tercatat sebagai seorang patriotis, herois,dan nasionalis.
Walau diperintahkan Presiden untuk memberikan sangsi berat terhadap bawahannya yang tidak loyal oleh Presiden, namun hal itu tidak pernah dilakukannyai. Bambang Utoyo tidak mau memperkeruh pertentangan diinternal Angkatan Darat, sehingga lebih memilih mundur sebagai Kasad ketimbang memberikan sangsi hukum kepada staf bawahannya, termasuk Wakasad, Zulkifli Lubis. Selanjutnya , Kolonel Zulkifli Lubis, diberhentikan pemerintah sebagai Wakil Kasad, yang selanjutnya beliau bergabung dengan PRRI.
Sejarah mencatat, Bambang Utoyo mengajarkan kepada kita tentang pentingnya kebersamaan antara pemimpin dengan bawahan dalam berbagai kesempatan. Demi kepentingan bangsa dan negara, Bambang Utoyo tidak pernah dendam dan malu untuk mundur dari jabatannya – walau dilihat banyak orang “mentereng”.
Berkenaan dengan hal tersebut, wajar kiranya pihak NU Sumatera Selatan, pemerintah daerah beserta beberapa komponen masyarakat mengusulkan Jenderal (Hor) Bambang Utoyo sebagai pahlawan nasional. (*)
Baca juga: OPINI - Peluang Ekonomi dalam Budaya Gen Z, Americano tak Sepahit Menjadi Pengangguran
Baca juga: 15 Ucapan Selamat HUT ke 1.343 Tahun Kota Palembang, Diperingati 17 Juni 2026, Kebanggaan Wong Kito
Baca juga: Doa Jelang Akhir Dzulhijjah 1447 H dan Memasuki 1 Muharram 1448 H, Tulisan Arab dan Arti
Baca juga: Kalender dan Almanak Tahun Hijriyah 1448 H Lengkap dan Perkiraan Hari Besar Islam 2026–2027
Baca juga: Kapan Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2027? Berikut Kalender Hijriah 1448 H dan Hari Besar Islam
Bambang Utoyo
Jenderal Bambang Utoyo
Opini Tribun Sumsel
Mengenang Bambang Utoyo: Kasad yang Kenyang dengan
Tribunsumsel.com
Tribunnews.com
| De Facto Korupsi Masih Berkuasa, De Jure Negara Harus Menang |
|
|---|
| Kaya Bersama dan Beretika: Mengawal kebijakan BUMN Ekspor dan Reformasi Tata Kelola Sumber Daya Alam |
|
|---|
| Lini Masa Kurs Dolar Sejak Masa Orde Baru dan Memaknai Kurs Dolar Bagi Orang Desa |
|
|---|
| Menguatkan Pembangunan Daerah melalui Solusi Nyata dan Berkelanjutan |
|
|---|
| Dari Kandang ke Aplikasi: Wajah Baru Qurban di Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Opini-bambang-utoyo.jpg)