Karhutla Sumsel

Sumsel Siaga Kemarau 2026 Lebih Kering dan Lama, Herman Deru Tegaskan Antisipasi Karhutla

Prediksi musim kemarau 2026 lebih kering dan panjang harus dijadikan sebagai alarm dini memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.

Dokumentasi/Pemprov Sumsel
ANTISIPASI KARHUTLA -- Gubernur Sumsel Herman Deru (tengah) saat Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutbunla di Auditorium Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (24/4/2026). 

“Saat ini masih puncak musim hujan, namun dalam waktu dekat kita akan memasuki musim kemarau dengan peningkatan suhu udara,” ujarnya.

Menurutnya, hingga September curah hujan diperkirakan tetap berada pada kategori rendah.

Sementara itu, Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, selaku Danops Karhutbunla Wilayah Sumsel menambahkan bahwa sejumlah wilayah kabupaten di Sumatera Selatan tergolong rawan karhutla, sebagaimana terlihat dari peningkatan hotspot pada 2023 akibat El Nino.

“Saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menetapkan status siaga darurat melalui Keputusan Gubernur tertanggal 22 April 2026,” katanya.

Ia menjelaskan, strategi penanganan karhutla dilakukan melalui tiga tahapan, yakni mitigasi, penindakan, dan pemulihan.

Mitigasi meliputi patroli terpadu, sosialisasi, dan pengaktifan posko desa.

Penindakan mencakup kesiapan pemadaman darat dan udara, termasuk water bombing.

Sementara itu, pemulihan difokuskan pada rehabilitasi lahan dan pemulihan ekosistem.

Melalui rapat koordinasi ini, seluruh pihak diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan di wilayah masing-masing serta menyusun langkah konkret dalam pencegahan karhutla secara terpadu dan berkelanjutan.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved