Karhutla Sumsel

Meski Diguyur Hujan Terus Tapi Kebakaran Lahan Masih Terjadi di Ogan Ilir, Disebut Akibat Ulah Warga

Bagus menekankan pentingnya peran aktif seluruh pihak, terutama pemerintah desa dan masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran. 

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Polres Ogan Ilir
PADAMKAN API - Tim Satgas Karhutla memadamkan kebakaran lahan di Palem Raya, Selasa (7/4/2026) malam. Perlu waktu sembilan jam untuk memadamkan lahan terbakar seluas 10 hektar tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Kapolres Ogan Ilir menyebut kebakaran lahan sebagian besar disebabkan ulah warga, baik sengaja maupun lalai.
  • Meski masih sering hujan, kebakaran tetap terjadi di beberapa wilayah rawan seperti Indralaya Utara dan Pemulutan.
  • Polisi bersama Satgas terus siaga dan memantau titik api, terutama menjelang musim kemarau yang diprediksi mulai Mei–Juni.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo menyebut sebagian besar kasus kebakaran lahan di Ogan Ilir disebabkan oleh ulah warga, baik disengaja maupun akibat kelalaian. 

Bagus menekankan pentingnya peran aktif seluruh pihak, terutama pemerintah desa dan masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran. 

“Penanganan kebakaran lahan tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kolaborasi dari semua pihak, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten,” kata Bagus di Mapolres Ogan Ilir, Selasa (14/4/2026).

Dalam beberapa waktu belakangan, Ogan Ilir terus diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Namun kebakaran lahan tetap melanda.

Khususnya di daerah rawan seperti Kecamatan Indralaya Utara dan Pemulutan.

Seperti kebakaran di wilayah Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara.

Baca juga: Kemarau 2026 Diprediksi Akhir Mei, 3 Kabupaten di Sumsel Ajukan Status Siaga Karhutla

Baca juga: Waspadai 8 Ancaman Bencana, Dari Banjir Hingga Karhutla, OKI Susun Peta Risiko 5 Tahun ke Depan

Informasi dari Satgas Karhutla, kebakaran berlangsung selama sembilan jam mulai Selasa (7/4/2026) siang pukul 12.00 hingga malam pukul 21.10.

"Lahan yang terbakar Selasa pekan kemarin luasnya kurang lebih 10 hektar. Namun akhirnya bisa ditanggulangi," terang Bagus.

Area kebakaran berjarak hanya beberapa puluh meter dari ruas Tol Palembang-Indralaya (Palindra).

Bagus menjelaskan, berdasarkan prediksi BMKG, diperkirakan musim kemarau di Sumatera Selatan termasuk Ogan Ilir terjadi pada Mei hingga Juni mendatang.

"Adapun puncak kemarau terjadi pada Juli hingga Agustus. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terutama di wilayah rawan seperti lahan gambut dan daerah sulit akses," papar Bagus.

Meski belum masuk musim kemarau, titik panas dan titik api terus dipantau oleh Tim Satgas guna mencegah potensi kebakaran.

"Tim Satgas akan terus bersiaga dan melakukan pemantauan secara berkelanjutan di lahan rawan kebakaran," kata Bagus menegaskan.

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved