Perundungan Mahasiswa PPDS Unsri
Kata Mendikti Saintek soal Mahasiswa PPDS Unsri Diduga Korban Perundungan dan Pemerasan Senior
Brian memastikan bahwa setiap pelanggaran pasti akan dilakukan tindakan oleh kampus setempat, terlebih korban nyaris mengakhiri hidup
Ringkasan Berita:
- Mendikti Saintek Brian Yuliarto telepon langsung Rektor Unsri terkait mahasiswa PPDS diduga kena bully senior
- Brian memastikan bahwa setiap pelanggaran pasti akan dilakukan tindakan oleh kampus setempat
- Pelaku tersebut diberi Surat Peringatan (SP) 2 dan penundaan wisuda.
TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Kasus OA, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) diduga dibully senior sampai ke telinga Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto.
Klaim sudah menghubungi langsung Rektor Unsri terkait kasus itu, Brian meyakini pihak Unsri pun pasti sudah menghentikan sementara PPDS di Unsri.
Brian memastikan bahwa setiap pelanggaran pasti akan dilakukan tindakan oleh kampus setempat, terlebih korban nyaris mengakhiri hidup
"Nanti kita lihat. Saya sudah koordinasi dengan Rektor Unsri, tentu setiap pelanggaran akan ada tindakan-tindakan mendisiplinkan," ujar Brian di Istana, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
"Saya rasa teman-teman di Unsri sudah mulai melakukan," ucapnya.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi telah terjadi tindakan perundungan atau bullying di lingkup Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri).
Kasus ini terungkap setelah mahasiswi berinisial OA nyaris mengakhiri hidupnya karena diduga mendapatkan perundungan dari seniornya.
Baca juga: Sikap Tegas Unsri ke Pelaku Perundungan dan Pemerasan Mahasiswi PPDS, Diberi SP2 dan Wisuda Ditunda
OA merupakan residen yang sedang menempuh pendidikan dokter spesialis mata di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan.
"Berdasarkan hasil investigasi tim, diketahui telah terjadi praktik perundungan / bullying berupa permintaan pembayaran (pungutan liar) oleh Peserta PPDS Ilmu Kesehatan Mata," ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman melalui pesan singkat, Rabu (14/1/2026).
Sanksi SP 2 dan Penundaan Wisuda
Kepala Kantor Humas dan Protokol Unsri, Dr. Nurly Meilinda bahwa pelaku tersebut diberi Surat Peringatan (SP) 2 dan penundaan wisuda.
"SP 2 tersebut artinya peringatan keras dan sanksi penundaan wisuda," kata Nurly kepada TribunSumsel.com dan Sripoku.com, Kamis (15/1/2026).
Unsri terus melakukan investigasi melalui Dekan Fakultas Kedokteran (FK) bersama Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT).
Sebelumnya, hasil investigasi awal didapati bahwa sebagian kegiatan PPDS yang terjadi merupakan mekanisme informal yang dijalankan sebagai kesepakatan internal di lingkungan residen.
Unsri juga telah menerima tembusan surat dari Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI.
Surat tersebut ditujukan kepada Direktur Utama RSMH Palembang, perihal kegiatan residensi Ilmu Kesehatan Mata di rumah sakit tersebut.
PPDS Unsri
Program Pendidikan Spesialis (PPDS)
Universitas Sriwijaya (Unsri)
Mendikti Saintek
Brian Yuliarto
Meaningful
ViralLokal
| Rektor Unsri Bantah Isu Pemerasan Mahasiswi PPDS, Korban Perundungan Dapat Pendampingan Psikolog |
|
|---|
| Sikap Tegas Unsri ke Pelaku Perundungan dan Pemerasan Mahasiswi PPDS, Diberi SP2 dan Wisuda Ditunda |
|
|---|
| RSMH Palembang Fokus Perbaikan Sistem dan Perlindungan PPDS, Buntut Dugaan Perundungan PPDS Unsri |
|
|---|
| PPDS Ilmu Kesehatan Mata Unsri di RSMH Palembang Dihentikan Sementara, Buntut Dugaan Perundungan |
|
|---|
| Polda Sumsel Ralat Soal Laporan Dugaan Perundungan dan Pemerasan Mahasiswa FK Unsri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Menilik-rekam-jejak-Prof-Brian-Yuliarto-dilantik-menjadi-pengganti-Prof-Satryo-So.jpg)