Dugaan Pungli Oknum Dishub di Palembang

Penampakan Mobil Ambulans Relawan Banten yang Bawa Bantuan ke Aceh Diduga Dipungli Oknum BPTD Sumsel

Mobil ambulans yang viral dikendarai rombongan relawan gabungan dari Fesbuk Banten Peduli dan Petualangan Rescue saat dihentikan

Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Instagram/Tangkapan layar Ig @sanusitandisandi
DIDUGA DIPUNGLI - Mobil ambulans yang dikendarai rombongan relawan Banten membawa bantuan ke Aceh Tamiang, Aceh diberhentikan petugas BPTD saat di Terminal Karya Jaya Palembang, Sumatera Selata 

"Siap," sahut relawan.

Dalam unggahan tersebut tampak pula memperlihatkan mobil ambulans yang dikendarai oleh para relawan Banten saat dihentikan oknum petugas BPTD di Terminal Karya Jaya Palembang, Sumatera Selatan.

Petugas BPTD Bantah

Sementara, Ardi, petugas BPTD Sumsel yang ada di lapangan saat itu membantah keras adanya pungli yang berupa uang ke para relawan tersebut. 

Meski begitu, Ardi mengakui bahwa sopir dari rombongan relawan tersebut memberikan dua buah minuman kaleng bukan uang Rp150.000 seperti yang disebutkan di video.

Pernyataan ini disampaikan sebagai klarifikasi atas video viral yang menyebut para relawan asal Banten yang hendak ke Aceh menjadi korban pungli saat melintas di Terminal Karya Jaya, Kertapati, Palembang. 

"Kami tidak menerima uang berapa pun dari sopir, yang kami terima cuma minuman dua kaleng dan buktinya satu minuman itu masih saya simpan, ada fotonya," ujar Ardi, Kamis (8/1/2026). 

Sementara itu, Kepala Seksi Lalu Lintas BPTD Kelas II Sumatera Selatan, John Lee mengatakan ada tiga petugas yang diperiksa. 

Dari hasil klarifikasi yang dilakukan, ketiga petugas menyatakan tidak ada penerimaan uang sebagaimana yang dinarasikan dalam video.

“Berdasarkan penuturan tiga petugas tersebut, surat-surat dan kelengkapan kendaraan minibus ELF yang diperiksa semuanya mati atau tidak sesuai lagi, kemudian pengemudi kemudian meminta bantuan agar perjalanannya menuju Aceh dapat diperlancar,” ujar John Lee pada Tribunsumsel.com, Kamis (1/8/2025).

Jhon Lee menjelaskan, petugas kemudian membantu perjalan itu dan sopir memberikan dua buah minuman kaleng bukan uang Rp150.000 seperti yang disebutkan di video.

Jhon Lee berharap pembuat video memberikan klarifikasi baru yang menyatakan tidak ada petugas menerima uang itu, sebab jika masih ada yang mencemarkan nama BPTD Kelas II Sumatera Selatan dengan tuduhan pungutan liar maka akan diambil langkah langkah hukumnya.

"Kita sudah periksa petugas dan tidak terbukti sehingga meminta juga agar diluruskan atau disampaikan bahwa tidak benar dugaan pungli itu, kepada pembuat video juga agar mengklarifikasi hal itu karena mencemarkan nama BPTD Sumsel," tutupnya.

Transaksi di Warung

Sebelumnya, aksi pungli ini diketahui dari curahan hati relawan wanita yang mengatakan bahwa bus kendaraan mereka dihentikan oknum petugas saat berada di Palembang. 

Kemudian oknum petugas itu memanggil sopir bus untuk masuk ke dalam sebuah warung di seberang bus parkir.

Ternyata di dalam warung itulah diduga oknum petugas tersebut meminta sejumlah uang ke sopir.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved