Dugaan Pungli Oknum Dishub di Palembang

Segini Uang Dugaan Pungli yang Diminta Petugas BPTD ke Relawan Banten Bawa Bantuan ke Aceh

Oknum petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Selatan Kelas II meminta pungutan liar ke relawan asal Banten yang

|
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Instagram Fesbukbanten
DUGAAN PUNGLI - Sebuah video memperlihatkan dugaan aksi pungutan liar (pungli) dilakukan oleh oknum di Kota Palembang terhadap mobil relawan asal Banten hendak ke Aceh viral di media sosial. Relawan menyebut dimintai Rp150 ribu, namun pihak oknum sebut hanya diberi minum. 

Ringkasan Berita:
  • Pengemudi mengaku awalnya diminta membayar uang jalan sebesar Rp150.000. Setelah negosiasi, relawan memberi Rp50.000, namun petugas disebut melakukan intimidasi bahwa perjalanan mereka masih jauh dan tidak akan aman jika tidak membayar sesuai tarif hingga akhirnya diberi Rp100.000
  • Ardi, salah satu petugas di lapangan, membantah keras menerima uang. 
  • Ia mengklaim hanya menerima dua buah minuman kaleng dari sopir dan mengaku masih menyimpan satu kaleng sebagai bukti.

TRIBUNSUMSEL.COM - Oknum petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Selatan Kelas II diduga meminta pungutan liar ke relawan asal Banten yang melakukan perjalanan ke Aceh Tamiang, Aceh, di Terminal Karya Jaya Palembang, Sumatera Selatan.

Berdasarkan keterangan video yang tertulis di Instagram Fesbukbanten, Rizki Nur Habibi, pengemudi minibus Isuzu ELF yang membawa bantuan dan relawan dari Banten menuju Aceh mengaku diminta petugas membayar uang jalan Rp150.000

Awalnya, rombongan hanya memberikan Rp50.000.

Namun, petugas disebut sempat memberikan ancaman dengan mengatakan perjalanan mereka masih jauh dan apabila ingin aman, harus membayar sesuai jumlah yang diminta.

DUGAAN PUNGLI DISHUB - Sebuah video memperlihatkan dugaan aksi pungutan liar (pungli) dilakukan oleh oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang terhadap mobil relawan asal Banten hendak ke Aceh viral di media sosial. 
DUGAAN PUNGLI DISHUB - Sebuah video memperlihatkan dugaan aksi pungutan liar (pungli) dilakukan oleh oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang terhadap mobil relawan asal Banten hendak ke Aceh viral di media sosial.  (Instagram)

Tidak ingin permasalahan tersebut menghambat kelancaran perjalanan bantuan kemanusiaan, Rizki dan rombongan akhirnya menambahkan Rp50.000, sehingga total uang yang diberikan kepada petugas menjadi Rp100.000.

"Kami sudah jelaskan ini bantuan untuk Aceh, dokumen sudah jelas dan lengkap masih saja dipersulit," ujar perekam.

Baca juga: 3 Petugas BPTD Diperiksa di Ruang Terkunci Buntut Dugaan Pungli ke Relawan Bawa Bantuan ke Aceh

Tidak ingin permasalahan tersebut menghambat kelancaran perjalanan bantuan kemanusiaan, Rizki dan rombongan akhirnya menambahkan Rp50.000, sehingga total uang yang diberikan kepada petugas menjadi Rp100.000.

"Kami sudah jelaskan ini bantuan untuk Aceh, dokumen sudah jelas dan lengkap masih saja dipersulit," ujar perekam.

Pengakuan Petugas Hanya Diberi Minum

Sementara, Ardi, petugas BPTD Sumsel yang ada di lapangan saat itu membantah keras adanya pungli yang berupa uang ke para relawan tersebut. 

Meski begitu, Ardi mengakui bahwa sopir dari rombongan relawan tersebut memberikan dua buah minuman kaleng bukan uang Rp150.000 seperti yang disebutkan di video.

Pernyataan ini disampaikan sebagai klarifikasi atas video viral yang menyebut para relawan asal Banten yang hendak ke Aceh menjadi korban pungli saat melintas di Terminal Karya Jaya, Kertapati, Palembang

"Kami tidak menerima uang berapa pun dari sopir, yang kami terima cuma minuman dua kaleng dan buktinya satu minuman itu masih saya simpan, ada fotonya," ujar Ardi, Kamis (8/1/2026). 

Sementara itu, Kepala Seksi Lalu Lintas BPTD Kelas II Sumatera Selatan, John Lee mengatakan ada tiga petugas yang diperiksa. 

Dari hasil klarifikasi yang dilakukan, ketiga petugas menyatakan tidak ada penerimaan uang sebagaimana yang dinarasikan dalam video.

“Berdasarkan penuturan tiga petugas tersebut, surat-surat dan kelengkapan kendaraan minibus ELF yang diperiksa semuanya mati atau tidak sesuai lagi, kemudian pengemudi kemudian meminta bantuan agar perjalanannya menuju Aceh dapat diperlancar,” ujar John Lee pada Tribunsumsel.com, Kamis (1/8/2025).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved