Dugaan Pungli Oknum Dishub di Palembang

Oknum BPTD Sumsel Bantah Terima Rp100 Ribu, Relawan Banten: Saya Diperintahkan Taruh Uang "di Atas"

Relawan Banten korban dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Selatan

Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Instagram/Tangkapan layar Ig @sanusitandisandi
RELAWAN BANTEN VIRAL - Tangkapan layar video Ig @sanusitandisandi, Sabtu (10 Januari 2026). Relawan Banten korban mengklarifikasi soal dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Selatan Kelas II saat melakukan perjalanan ke Aceh Tamiang, Aceh, di Terminal Karya Jaya Palembang, Sumatera Selatan. 

Ringkasan Berita:
  • Relawan Banten mengklarifikasi bahwa uang tidak diberikan langsung ke tangan petugas. 
  • Relawan mengaku petugas memerintahkan agar uang diletakkan di tempat tertentu ("di atas") yang telah ditentukan di dalam warung.
  • Ardi, petugas yang bersangkutan, membantah keras menerima uang. Ia mengeklaim hanya menerima dua minuman kaleng dari sopir dan masih menyimpan satu kaleng sebagai bukti foto.

TRIBUNSUMSEL.COM - Relawan Banten, korban dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan saat melakukan perjalanan ke Aceh Tamiang, Aceh, di Terminal Karya Jaya Palembang, Sumatera Selatan, muncul memberikan klarifikasi.

Sebelumnya, rombongan relawan gabungan mengaku dihentikan dan diminta petugas membayar uang jalan Rp150.000, namun ia hanya membayar Rp100.000.

Sementara petugas BPTD membantah menerima uang tersebut.

Ia mengklaim hanya diberi air minum.

Lewat Instagram @sanusitandisandi yang dikutip Tribun Sumsel, Sabtu (10/1/2026) relawan Banten ini mengklaim dirinya memang tidak langsung memberi uang tersebut ke tangan petugas BPTD.

Namun, ia diperintahkan petugas BPTD untuk meletakkan uang di tempat yang sudah ditentukan petugas.

"Saya memang tidak memberi uang ke tangan beliau tetapi saya diperintahkan untuk menaruh uang itu ke tempat yang sudah ditentukan bapak tersebut, katanya 'di atas', makanya saya letakkan di situ," kata relawan Banten yang juga merupakan sopir mobil tersebut.

"Berati om tidak langsung memberikan uang itu ke tangannya, tetapi meletakkan uang tersebut sesuai petunjuk yang ada dan perintah dari bapak itu ya ?" tanya perekam pemilik akun bernama Sanusi Tandi.

"Iya betul," jelas relawan.

"Tetap sukses om demi kemanusiaan," kata perekam.

"Siap," sahut relawan.

Baca juga: 5 Fakta Dugaan Pungli Petugas BPTD ke Relawan Banten Bawa Bantuan ke Aceh, Klaim Hanya Diberi Minum

Dalam unggahan tersebut tampak pula memperlihatkan mobil ambulans yang dikendarai oleh para relawan Banten saat dihentikan oknum petugas BPTD di Terminal Karya Jaya Palembang, Sumatera Selatan.

Petugas BPTD Bantah

Sebelumnya Ardi, petugas BPTD Sumsel yang ada di lapangan saat itu membantah keras adanya pungli yang berupa uang ke para relawan tersebut. 

Meski begitu, Ardi mengakui bahwa sopir dari rombongan relawan tersebut memberikan dua buah minuman kaleng bukan uang Rp150.000 seperti yang disebutkan di video.

Pernyataan ini disampaikan sebagai klarifikasi atas video viral yang menyebut para relawan asal Banten yang hendak ke Aceh menjadi korban pungli saat melintas di Terminal Karya Jaya, Kertapati, Palembang

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved