Dugaan Pungli Oknum Dishub di Palembang

Bantah Terima Rp150 Ribu, Oknum BPTD Sumsel Ngaku hanya Terima 2 Kaleng Minuman, Klaim Ada Bukti

Oknum petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Selatan Kelas II meminta pungutan liar ke relawan asal Banten yang

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Tribunsumsel.com/Hartati
BANTAH PUNGLI -- Ardi (tengah) bersama dua rekannya sesama petugas BPTD Kelas II Sumsel diperiksa hari ini, Kamis (8/1/2026). Ketiga petugas ini diperiksa pasca viralnya dugaan pungli di Terminal Karya Jaya, Palembang terhadap relawan asal Banten yang hendak ke Aceh. Ia membantah terima uang dari relawan tersebut. Segini uang pungli yang diminta. 

"Ya biasalah ngisi perut, biar makin buncit perutnya. Dishub la ini coy," sindir wanita yang memvideokan.

"Beberapa temennya yang lain tugasnya nyetopin kendaraan. Nah itu temen kita yang baru abis transaksi," sambungnya sambil menunjuk sopir busnya yang keluar dari warung dan menuju bus.

"Transaksi gelap di warung. Buat ngenyangin perut, yah begitulah. Kita mau jalan lagi," ujarnya lagi.

Bawa Bantuan ke Aceh

Diketahui, kalau bus tersebut merupakan rombongan relawan gabungan dari Fesbuk Banten Peduli, dan Petualang Rescue.

Mereka membawa bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Aceh Tamiang.

Bus mereka diduga mengalami pungutan liar (pungli) disertai intimidasi oleh oknum petugas Dinas Perhubungan di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Rombongan berangkat dari Kota Serang, Banten, pada Selasa 6 Januari 2026, untuk membantu masyarakat Aceh Tamiang.

Yakni, melalui kegiatan bersih-bersih masjid dan musala, trauma healing bagi anak-anak penyintas bencana.Serta mereka juga akan menyalurkan bantuan berupa 1.250 Al-Qur'an dan lqro, 1.000 mukena, 1.000 sajadah, 1.000 peci, 1.000 baju koko, serta 100 meter karpet.

Namun, perjalanan terganggu keesokan harinya, Rabu 7 Januari 2026, saat kendaraan minibus Elf yang mereka gunakan dihentikan mendadak di depan Terminal Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Pengemudi kendaraan, Rizki Nur Habibi, menjelaskan petugas meminta kelengkapan surat kendaraan. SIM dan STNK dapat ditunjukkan, namun dokumen KIR fisik tertinggal.

Rizki menegaskan kendaraan tersebut sedang membawa bantuan kemanusiaan, dan pihaknya sudah jelaskan tujuan ke Aceh dan membawa bantuan.

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News  

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved