Kebakaran di Palembang

Dua Wilayah Padat di Palembang Terbakar Nyaris Bersamaan, Warga Panik Bahu-membahu Jinakkan Api

Di saat kondisi api masih mengamuk hebat karena belum berhasil dijinakkan, tampak seorang bapak-bapak dengan tegar berdiri mengumandangkan azan ke ar

Tayang:
Dokumentasi
KEBAKARAN -- Situasi kebakaran yang terjadi di kawasan 14 Ilir atau tepatnya di belakang Pasar Kentut Palembang hari ini, Sabtu (23/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Video seorang bapak mengumandangkan azan di tengah kebakaran belakang Pasar Kentut 14 Ilir Palembang pada Sabtu (23/5/2026) pagi viral.
  • Warga bersama damkar berjibaku memadamkan api.
  • Selain itu kebakaran juga menghanguskan kawasan padat penduduk lain di Palembang yakni di Kelurahan Silaberanti.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Kepanikan jelas terlihat saat kebakaran terjadi di dua wilayah kawasan padat penduduk Kota Palembang, Sabtu (23/5/2026). 

Tepatnya kebakaran terjadi di Jalan Silaberanti Lorong Bersama RT 28/07 Kelurahan Silaberanti 4, Kecamatan Jakabaring dan di Lorong Terusan Darat, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I Palembang. 

Di kawasan Silaberanti, dilaporkan sebanyak empat rumah hangus akibat kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik.

Sedangkan di kawasan 14 Ilir yang tak jauh dari Pasar Kentut, belum diketahui berapa jumlah yang terdampak, termasuk kronologi dan korban. 

Warga Kumandangkan Azan

Sementara itu sebuah video yang merekam aksi seorang warga mengumandangkan azan di tengah kepanikan musibah kebakaran di Kelurahan 14 Ilir, beredar luas di sosial media, Sabtu (23/5/2026).

Dari informasi dihimpun, petugas damkar mengalami kesulitan menuju lokasi kebakaran akibat kondisi jalan sempit dan berada di kawasan padat penduduk. 

Untuk mempercepat pemadaman, warga terlihat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu petugas damkar tiba di lokasi. 

Terekam seorang bapak-bapak lakukan adzan saat kebakaran terjadi
KEBAKARAN -- Terekam dalam ponsel warga yang berada dilokasi kejadian, terlihat seorang bapak-bapak lakukan adzan saat peristiwa ini terjadi.

Diketahui, amukan si jago merah di belakang Pasar Kentut saat ini sudah berhasil dijinakkan.

Proses pemadaman sempat berlangsung dramatis lantaran kondisi jalan yang sempit membuat mobil pemadam kebakaran kesulitan mencapai lokasi.

Beruntung, berkat aksi tanggap dan gotong royong warga dan Damkar yang bahu-membahu menyiramkan air, api akhirnya bisa dipadamkan.

Hingga kini, penyebab pasti maupun total kerugian materil akibat kebakaran di kawasan 14 Ilir ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

4 Rumah Hangus di Silaberanti

Dalam waktu yang nyaris bersamaan, kebakaran juga terjadi di kawasan Silaberanti Palembang, Sabtu (23/5/2026). 

Dari informasi dihimpun, kebakaran di Silaberanti terjadi diduga akibat orsleting listrik di salah satu rumah warga sekitar pukul 11.00 WIB.

Api kemudian menyebar dan ikut menghanguskan tiga bangunan lain. 

Dari keterangan salah satu korban pemilik rumah, yakni Juliandi, sekitar pukul 10.30 listrik di rumahnya yang berada di lantai 2 tidak hidup, lalu dihidupkan melalui KWH meter listrik, dan 10 menit kemudian dilihat sudah ada api yang berada di lantai 2.

"Awalnya listrik di rumah tidak hidup, Pak. Lalu saya menghidupkan melalui KWH listrik, berselang 10 menit saya sudah melihat api dari lantai 2," ucapnya kepada petugas.

Panik, Juliandi langsung mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, namun tidak padam, kemudian memberitahukan kepada penghuni di dalam rumah yang lainnya untuk keluar, dan api pun menyambar ke rumah warga yang lainnya.

"Saya panik, Pak. Lalu mencoba memadamkan api. Tapi tidak padam-padam. Lalu saya teriak kebakaran, kebakaran, kebakaran," ucapnya.

Lalu, bersamaan warga menghubungi pihak Pemadam Kebakaran Kota Palembang.

Sekitar jam 12.30 WIB api berhasil dipadamkan dengan dibantu oleh 9 unit mobil PBK Kota Palembang.

Kapolsek SU I, Kompol Heri mengatakan, akibat peristiwa ini, untuk sementara terdata 4 unit rumah semipermanen yang dihuni oleh 6 KK hangus terbakar.

"Data sementara ada 4 rumah hangus terbakar dihuni 6 KK. Yakni Imron, Juliandi, Samsul, Maryani, Mang Acik, dan Yuli," bebernya.

Ditambahkan Heri, api diduga karena korsleting listrik di rumah Juliandi. "Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian kebakaran ini," tutupnya.

(*)

Baca Berita Tribunsumsel.com Lainnya di Google News  

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved