Truk Batu Bara Dilarang Lewat Sumsel

PLN Minta Herman Deru Buka Lagi Jalan untuk Truk Batu Bara di Sumsel, Listrik Terancam Padam

PLN menegaskan, keberlanjutan pasokan listrik merupakan kepentingan strategis nasional. 

|
Editor: Weni Wahyuny
Dishub Sumsel
DIAMANKAN - Tim gabungan dari Dishub Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) bersama Dishub, Pol PP, Polres, dan Dandim saat berhasil mengamankan 40 truk batubara yang masih melintas jalan umum beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • PT PLN (Persero) memohon ke Gubernur Sumsel Herman Deru untuk membuka jalan angkutan truk batu bara di Sumsel
  • PT PLN sebut stok batubara di PLTU Bengkulu menipis sehingga akan berdampak ke pasokan listrik, termasuk di Sumsel
  • PT PLN berharap ada ruang dialog dan solusi bersama

TRIBUNSUMSEl.COM, JAKARTA – Dilarangnya angkutan batu bara melintas di jalan umum Sumatera Selatan terancam berdampak ke pasokan listrik, khususnya di Sumatera.

Stok batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkulu dilaporkan menipis, sehingga risiko gangguan pasokan listrik menjadi bayang-bayang dan dalam kondisi siaga. 

PT PLN (Persero) meminta agar akses angkutan batu bara kembali dibuka demi menjaga keandalan sistem kelistrikan di Sumatera bagian selatan. 

“Saya meminta dengan hormat kepada Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru membuka jalan agar truk-truk batu bara segera memenuhi kebutuhan pasokan batu bara di PLTU Bengkulu,” kata Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo melalui keterangannya ke Kompas.com, Kamis (22/1/2026). 

PLN menegaskan, keberlanjutan pasokan listrik merupakan kepentingan strategis nasional. 

Listrik tidak hanya menjadi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga penopang utama aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan kegiatan industri di daerah. 

Baca juga: Dukung Truk Batu Bara Dilarang Melintas Jalan Umum, DPRD Sumsel Juga Minta Nasib Sopir Diperhatikan

Meski demikian, PLN menyatakan memahami perhatian pemerintah daerah terhadap dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas angkutan batu bara. 

Perusahaan berharap solusi yang diambil dapat mengakomodasi kepentingan daerah tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik. 

“Kami berharap ada ruang dialog dan solusi bersama. Jika suplai batu bara terhenti terlalu lama, pemadaman listrik menjadi tidak terhindarkan dan ini akan berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Rizal. 

Saat ini, PLN terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait agar distribusi batu bara ke PLTU Bengkulu dapat kembali berjalan normal dan risiko gangguan listrik di Sumatera bisa diminimalkan.

Rizal menyebut pasokan batu bara yang tersisa saat ini hanya cukup untuk sekitar tiga hari operasional pembangkit. 

PLTU Bengkulu, kata dia, memiliki peran strategis dalam menopang pasokan listrik regional. 

“Saat ini PLTU tidak mendapatkan pasokan batu bara karena adanya desakan dari pemerintah provinsi. Stok yang tersedia sangat terbatas dan hanya cukup untuk tiga hari ke depan,” ujar Rizal.

Baca juga: Herman Deru Tegaskan Truk Batu Bara Dilarang Lewat di Jalan Raya: Kalau Masih, Artinya Ada Pembiaran

Pasokan Tersendat, Risiko Pemadaman Meluas 

Rizal menjelaskan, PLTU Bengkulu merupakan bagian penting dari sistem kelistrikan Sumatera, khususnya Sumatera bagian selatan. 

Jika pasokan batu bara tidak segera pulih, kapasitas pembangkit berpotensi menurun dan mengganggu keandalan pasokan listrik. 

Sumber: Kompas
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved