Suami Bunuh Istri di Lombok

Santainya Fachrudin Azzahidi Usai Cekik Istri Hingga Tewas di Lombok, Ngopi dan Main dengan Anak

Pelaku Fachrudin Azzahidi (36) sempat bersantai minum kopi di teras rumahnya setelah melakukan penganiayaan hingga berujung membunuh sang istri.

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNLOMBOK.COM/SINTO/FACEBOOK/Miranda Azzahidi
SUAMI BUNUH ISTRI- (KIRI) Rumah lokasi kejadian kasus suami bunuh istri di Lingkungan Kekere, Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, dipasang garis polisi, Minggu (3/8/2025). (kanan) Pelaku Fachrudin Azzahidi (36) dan korban Baiq Miranda Puspa Fratiwi. Pelaku sempat bersantai minum kopi di teras rumahnya setelah melakukan penganiayaan hingga berujung membunuh sang istri. 

Kepada keluarga, pelaku mengatakan bahwa korban yang merupakan pegawai Bandara Internasional Lombok (BIL) ini telah main serong.

Fachrudin awalnya meminta penjelasan kepada Miranda terkait isi telepon seluler milik istrinya. 

Emosi Fachrudin pun memuncak karena tidak kunjung mendapat penjelasan mengenai isi chat itu.

Gelap mata, Fachrudin memiting Miranda hingga tak sadarkan diri. 

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah Iptu Luk Luk Il Maqnun menyampaikan, motif dugaan perselingkuhan di percakapan WhatsApp akan diungkap setelah penyelidikan dilakukan menyeluruh. 

"Kami akan rilis resmi terkait pemeriksaan yang dilakukan secara komprehensif. Sudah kita amankan untuk barang bukti HP," jelas wanita Polwan kelahiran 1996 asal Malang, Jawa Timur ditemui Tribun Lombok di ruang kerjanya, Senin (4/8/2025). 

Penetapan tersangka akan dilakukan setelah mendapatkan alat bukti yang sah menurut Pasal 184 KUHAP. 

Meski demikian, pihaknya menunggu bukti tambahan dari hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara. 

"Autopsi belum dilakukan," paparnya.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, tersangka mengarah kepada suami korban. 

"Ada 4 saksi. Kalau semisal nanti perkembangan akan kami sampaikan. Dugaannya adalah kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia," jelasnya. 

Keluarga Bantah Tudingan

Rian Mahesa alias Bading merasa kecewa dan menyayangkan viralnya kasus dugaan pembunuhan di platform Facebook.

Bading menilai unggahan konten kreator Facebook Pro memojokkan korban karena tidak sesuai dengan fakta kejadian.

"Maka saya minta tolong yang masih masih mem-posting adek (sepupu) saya almarhum Miranda tolong di-takedown atau dihapus. kami sekeluarga sudah ikhlas dan sedang menunggu serta menjalankan proses hukum yang berlaku," jelas Bading. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved