Diplomat Kemenlu Tewas di Menteng
Diplomat Arya Daru Tewas Dibunuh? Ini Kata Polisi Soal Beredar Hasil Autopsi & Terduga Pelaku
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menegaskan bahwa informasi yang beredar soal kematian Arya Daru tidak bersumber dari Polisi
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Semua ini dilakukan agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.
Sebelumnya, hasil autopsi diplomat Kemlu, Arya Daru Pangayunan (ADP) beredar di media sosial, menyebut penyebab kematiannya karena dibunuh dan bukan bunuh diri.
Dalam informasi yang beredar, Arya dibunuh oleh sosok R, yang merupakan mantan kolega diduga punya relasi dengan oknum mafia diplomatik.
Selain itu dugaan pembunuhan juga tertuju pada orang dalam di Kemenlu yang aktif di jalur diplomatik Amerika Selatan.
Dugaan lainnya juga dari LSM Internasional, yang membocorkan lokasi Arya pada pihak ketiga.
Gelar Perkara Libatkan Para Ahli
Penyelidikan polisi mulai mengungkap terang kasus kematian Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
Arya Daru sebelumnya ditemukan tewas di kamar indekos di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025) pagi.
Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya melakukan gelar perkara terkait kematian seorang diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berinisial ADP (39) yang ditemukan tewas di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada hari ini, Senin (28/7/2025).
Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat (Kasubbid Penmas) Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak mengatakan, gelar perkara akan melibatkan berbagai unsur, baik dari internal maupun eksternal, termasuk sejumlah ahli forensik.
"Untuk eksternalnya dari Kemlu, tempat korban bekerja, dan termasuk juga ada TKP rooftop itu, kemudian komponen sebagai pengawas eksternal kami, ya biar transparan, kemudian Komnas HAM," kata Reonald saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (28/7/2025).
Baca juga: Motif Tewasnya Diplomat Muda Disorot Pakar Hukum, Singgung Dua Fakta Patahkan Dugaan Bunuh Diri
Selain itu, gelar perkara juga akan melibatkan ahli dari berbagai disiplin ilmu, seperti ahli bedah, ahli digital forensik, ahli psikologi forensik, serta Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Namun, Reonald belum dapat memastikan waktu pelaksanaan gelar perkara, karena masih menunggu hasil analisis dari para ahli yang terlibat.
“Tergantung penjelasan para ahli ya. Nanti kan ahli yang penyakit bagian dalam itu, nanti akan menjelaskan ada temuan apa di urin, ada temuan apa di otak, ada temuan apa di lambung,” tegas dia.
Ditemukan Tewas Kepala Terlilit Lakban
| Siap Tempuh Langkah Hukum Lain, Keluarga Arya Daru Tak Terima Penghentian Penyelidikan |
|
|---|
| Ini Jawaban Polisi Soal Istri Diplomat Muda Arya Daru Pertanyakan Alat Kontrasepsi Jadi Alat Bukti |
|
|---|
| Ini Alasan Meta Istri Arya Daru Baru Muncul, Ungkap Kondisi Rumah Tangga dan Hubungan dengan Vara |
|
|---|
| Meta Ayu Minta Publik Hentikan Spekulasi Soal Orang Ketiga, Suami Saya Bukan Pria Neko-neko |
|
|---|
| Keluarga Arya Daru Merasa Terancam Terima Simbol Misterius, Kematian sang Diplomat Masih Misteri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Baru-terkuak-fakta-baru-bahwa-sang-diplomat.jpg)