Berita Pali
Mengenal 3 Tarian Tradisional PALI, Simbol Perlawanan Hingga Lambang Keramahan
Dalam tarian ini, para penari—yang mayoritas perempuan—menampilkan gerakan yang lemah lembut, gemulai, dan penuh keanggunan.
Penulis: Apriansyah Iskandar | Editor: Sri Hidayatun
Ketiga tarian ini menjadi bukti bahwa budaya di Kabupaten PALI tidak mati, bahkan terus berkembang.
Di tengah gempuran budaya luar, masyarakat PALI tetap setia melestarikan warisan leluhurnya.
Lewat sanggar-sanggar seni, pelatihan untuk generasi muda, hingga penampilan dalam berbagai festival daerah, Tari Lading, Burung Putih, dan Serepat Serasan tetap ditanamkan dalam hati anak-anak muda PALI.
Karena bagi mereka, budaya bukan sekadar cerita masa lalu—melainkan identitas, martabat, dan kekayaan yang tak ternilai.
Tarian-tarian ini bukan hanya hiburan. Ia adalah nafas dari jiwa masyarakat PALI.
Saat kamu menyaksikannya, kamu tak sekadar menonton—kamu sedang menyelami sejarah, menghormati leluhur, dan ikut menjaga nyala warisan budaya.
Bangga jadi bagian dari Kabupaten PALI? Bagikan kisah ini agar makin banyak yang tahu: budaya kita luar biasa!.
Baca berita lainnya di google news
| Gorong-gorong Akses Jalan PALI-Sekayu Ambles, Tak Mampu Lagi Dilewati Angkutan Barang |
|
|---|
| Asal-usul Nama Kecamatan Talang Ubi, dari Kampung Petani Ubi hingga Jadi Ibu Kota PALI |
|
|---|
| Program Jumat Bersih, Camat dan Lurah Talang Ubi PALI Turun Tangan Bersihkan Rumah Milik Lansia |
|
|---|
| Diduga Tercemar Aktivitas Tambang, Iwan Tuaji Tinjau Langsung Kondisi Sungai di PALI |
|
|---|
| Jadi Pengedar Narkoba, Sepasang Kekasih di PALI Ditangkap Polisi, 15 Butir Ekstasi Diamankan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/3-tarian-tradisional-pali.jpg)