Berita Pemkab OKU Timur

Gelar Adat Komering untuk Dandim Baru, Simbol Diterimanya Pemimpin Sebagai Keluarga

Dalam balutan budaya dan kearifan lokal yang sarat makna, Komandan Kodim 0403/OKU yang baru, Letkol Arh Yusuf Winarno, S.IP, M.Han,

Editor: Moch Krisna
Tribunsumsel/Choirul
PEMBERIAN ADOK KEHORMATAN -- Komandan Kodim 0403/OKU yang baru, Letkol Arh Yusuf Winarno, S.IP, M.Han menerima piagam gelar adat Komering “Batin Panglima Kewedanaan I” dari tokoh adat dalam acara lepas sambut di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Selasa (24/6/2025). Gelar ini menjadi simbol penghormatan dan penerimaan masyarakat terhadap pemimpin sebagai bagian dari keluarga besar suku Komering. 

Adok Penyansan diberikan kepada anak atau cucu perempuan, terutama jika berasal dari pernikahan luar suku. Adok Cumbuan bentuk penghargaan emosional kepada cucu-cucu kesayangan yang dianggap istimewa secara pribadi.

Kemudian Adok Non Genetik terdiri dari Pengangkonan (untuk individu luar yang telah lama menjadi bagian masyarakat) dan Penghormatan (untuk tokoh dari institusi pemerintahan, pendidikan, hingga militer).

“Pemberian nama adat ini adalah bentuk penghormatan tertinggi dalam masyarakat Komering. Mereka yang menerima gelar bukan hanya menjadi bagian dari komunitas secara simbolis, tapi juga secara sosial dan kultural,” jelas Leo.

Pemberian adok kepada Dandim bukan hanya ritual warisan leluhur, tetapi juga bentuk rekonsiliasi antara sistem modern dengan budaya lokal.

Dalam konteks sosial-politik saat ini, budaya Komering justru tampil sebagai jembatan harmoni antara pemimpin dan rakyat.

Sebagaimana disampaikan Bupati Enos, harapannya sinergi antara Pemkab dan Kodim terus berlanjut di bawah kepemimpinan Letkol Yusuf. Budaya yang mengakar kuat akan menjadi fondasi bagi setiap kerja sama yang dibangun.

“Ini bukan hanya tentang menerima pemimpin baru, tetapi tentang menerima keluarga baru,” pungkas Enos.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved