Berita Palembang

Sosok Julius Saputra Dosen Muda di UIN RF Palembang, Raih Doktor di Usia 29 Tahun, Pernah Jadi Sales

Mengenal sosok Dr Julius Saputra Mpd, salah satu dosen muda di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Dokumentasi Pribadi Julius Saputra
DOSEN MUDA -- Dr Julius Saputra Mpd, salah satu dosen muda di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang juga mengajar di Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan, Senin (26/5/2025). Julius meraih gelar doktor di usia 29 tahun dan mengabdikan diri ke masyarakat dengan membuka bimbingan manasik umroh gratis. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Mengenal sosok Dr Julius Saputra Mpd, salah satu dosen muda di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Di usianya yang belum genap 30 tahun ini, ia sudah menyandang gelar doktor.

Pria asal Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim ini menjadi dosen sejak menyelesaikan pendidikan di Pascasarjana Pendidikan Agama Islam UIN Raden Fatah pada tahun 2020 lalu. 

Semenjak masuk kuliah di tahun 2014 Julius selalu ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dan saat ini sudah sah mendapat gelar doktor sejak Desember 2024.

Julius mengatakan pencapaiannya saat ini adalah buah dari kegigihannya untuk menggapai pendidikan setinggi mungkin dan kesabaran doa dari kedua orangtuanya.

"Saat ini saya berusia 29 tahun, tapi usia tersebut tidak membatasi saya dalam berkarya. Alhamdulillah di usia sekarang ini saya sudah menyelesaikan Pendidikan hingga Strata-3 (S3) di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Berkat kesabaran, kegigihan dan tentunya dukungan serta doa orangtua, keluarga dan orang-orang terdekat," kata Julius kepada Tribunsumsel.com, Senin (26/5/2025).

Baca juga: Sosok Doris Febriyanti Dekan UIGM di 2 Fakultas, Komitmen Didik Calon Politisi Jadi Berilmu & Peduli

Semenjak lulus Strata-1 Julius selalu menanamkan pada diri sendiri untuk fokus meraih pendidikan yang lebih tinggi dan menjalani kehidupan tanpa harus menargetkan cita-cita.

"Saya merasa ingin lebih tinggi lagi dan dari awal sudah niat fokus hadapi kehidupan yang dijalani. Ada cita-cita tapi tidak terlalu dipikirkan harus jadi apa," katanya.

Sebelum menempuh pendidikan di perguruan tinggi, Julius memilih untuk mencari pengalaman dan uang dengan bekerja menjadi sales.

"Tamat SMA jadi sales, sekitar satu tahun baru habis itu mulai berpikir mencari cara untuk kuliah," katanya.

Meski latar belakang keluarganya adalah pengajar/guru tidak membuatnya selalu bergantung dengan orangtua. Sebab mulai tahun 2017 ia bergabung dengan agen wisata tour. 

"Alhamdulillah meskipun orangtua juga bantu membiayai kuliah, tetapi saya sudah mulai membiasakan diri untuk mandiri sebelum lulus Strata-1," katanya.

Ia juga mengabdikan diri ke masyarakat dengan melakukan bimbingan manasik bagi calon jemaah umroh secara gratis. Hal itu mulai ia fokuskan setelah Covid-19.

"Selain mengajar, sejak tahun 2018 sampai sekarang saya juga mengabdikan diri ke masyarakat dengan mengadakan manasik umroh gratis bagi jamaah umroh yang akan berangkat ke tanah suci. Fokusnya setelah Covid sampai sekarang," kata pria kelahiran Gunung Megang, 1 Juli 1995 ini.

Suatu pengalaman yang sangat berharga dan menjadi bekal bagi kehidupannya karena bisa mengabdikan diri ke masyarakat, dan berkunjung ke tanah suci.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved