Berita Nasional
Minta Hasil Uji Laboratorium Forensik Ijazah Jokowi, Roy Suryo Sebut 6 Jenis Tinta Harus Diperiksa
Pakar telematika Roy Suryo kekeh ingin hasil uji laboratorium forensik (labfor) ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM - Pakar telematika Roy Suryo kekeh ingin hasil uji laboratorium forensik (labfor) ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).
Hal ini sebagai bukti bahwa ada enam jenis tinta yang harus diperiksa pada ijazah asli milik Jokowi.
Sebagai informasi, Jokowi akhirnya diperiksa sebagai saksi terkait laporan yang diajukan oleh Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana mengenai dugaan ijazah palsu di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (20/5/2025).
Baca juga: UGM Dituduh Ubah Nama Dekan Fakultas Kehutanan demi Ijazah Jokowi Oleh Roy Suryo

Roy Suryo bersikukuh untuk meminta hasil pemeriksaan laboratorium forensik ijazah Jokowi diungkap ke publik oleh Bareskrim.
"Saya minta kalau hasil labfor kita minta objektif. Kalau memang meneliti hasil dari Bareksirm disampaikan secara terbuka, ijazahnya dipaparkan ditampilkan, kalau ada ujinya kita bisa menilai," kata Roy saat melakukan telewicara bersama KompasTV, Selasa (20/5/2025).
Selanjutnya, Roy Suryo menegaskan agar ijazah Jokowi tidak hanya disebutkan keotentikannya secara singkat.
Melainkan, ia ingin dipaparkan secara teliti.
Bahkan, Roy Suryo juga menyebut, harus diterangkan pula hasil uji material kertas dan jenis-jenis tinta pada ijazah Jokowi.
"Kalau ada ujinya ya, kita juga bisa menilai ujinya itu, setidak-tidaknya dilakukan uji carbon dating 14. Carbon dating 14 itu untuk menguji kertasnya, apakah kertasnya terbuat dari material apa, kemudian dari tahun berapa," ujar Roy.
"Kemudian uji tinta. Ada enam jenis tinta pada ijazah yang dipermasalahkan," lanjutnya.
"Enam jenis itu apa? Misalnya, tinta tulisan ijazah, kemudian Universitas Gadjah Mada (UGM). Tinta kedua adalah tinta pembuat logonya. Kan ada logo emboss di situ ya, logo emas, pasti berbeda," papar Roy,
"Kemudian, tinta yang menuliskan nama pemilik ijazah, 'Joko Widodo', itu pasti berbeda juga," lanjutnya.
"Tinta tanda tangan rektor, harus dicek apakah tintanya sesuai dengan tahun '85 atau tidak. Ada juga tinta dekan waktu itu, apakah Sunardi atau siapa," imbuh Roy.
"Ada tinta cap itu. Jadi, semua harus terbuka, transparan, disampaikan ke masyarakat," pungkasnya.
Baca juga: VIDEO Momen Jokowi Diperiksa 2 Penyidik Polri Tersebar, Duduk di Kursi Merah Jawab 22 Pertanyaan
Sebelumnya, Jokowi juga mengaku mengambil ijazah yang diserahkan adik iparnya, Wahyudi Andrianto, pada Jumat (9/5/2025) lalu ke Bareskrim Polri.
Reaksi Salsa Erwina Soal Ahmad Sahroni Dicopot dari Jabatan Wakil Ketua Komisi, Harusnya Dipecat |
![]() |
---|
Dicopot dari Kursi Wakil Ketua Komisi III, Ahmad Sahroni Teken Surat Pencopotan Dirinya Sendiri |
![]() |
---|
Deretan Anggota DPR RI Dinilai Salsa Erwina Harus Dipecat, Ada Ahmad Sahroni Hingga Uya Kuya |
![]() |
---|
Profil Rusdi Masse, Dulu Sopir Truk Kini Gantikan Ahmad Sahroni Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI |
![]() |
---|
Alasan Ahmad Sahroni Dimutasi dari Pimpinan Komisi III ke Anggota Komisi I usai Pernyataan "Tolol" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.