Berita Musi Rawas
Jalan Amblas & Rawan Longsor di Desa Tenang OKU Selatan Dipasang Garis Polisi, Warga Diimbau Waspada
Pemkab OKU Selatan melalui BPBD menanggapi laporan terjadinya jalan amblas dan potensi tanah longsor di Desa Tenang, Kecamatan Kisam Tinggi.
Penulis: CHOIRUL RAHMAN | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menanggapi laporan terjadinya jalan amblas dan potensi tanah longsor di Desa Tenang, Kecamatan Kisam Tinggi.
Tim BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan survei kaji cepat di dua titik rawan, Sabtu (17/05/2025).
Titik pertama merupakan badan jalan yang sudah mengalami amblas dengan dimensi panjang 35 meter, lebar 4 meter, dan tinggi longsoran mencapai 4 meter.
Kondisi ini sangat membahayakan bagi pengendara roda dua maupun roda empat yang melintasi wilayah tersebut.
Sementara itu, titik kedua teridentifikasi memiliki potensi longsor dengan panjang 51 meter, lebar 3,5 meter, dan tinggi tebing sekitar 4 meter.
Meski belum terjadi longsor, kontur tanah yang labil dan curah hujan yang tinggi menjadikan area ini dalam status waspada.
Sebagai langkah awal, tim gabungan dari BPBD dan Dinas PUPR telah melakukan pemasangan garis pengaman (polis line) di lokasi kejadian serta koordinasi lintas instansi guna merancang solusi teknis untuk penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Pemkab OKU Selatan Dukung Pemugaran Candi Jepara, Dorong Sinergi Pelestarian Budaya Lokal
Bupati OKU Selatan, Abusama, SH, memberikan imbauan kepada masyarakat agar berhati-hati dan tidak memaksakan diri melintasi area rawan tersebut.
“Saya minta masyarakat untuk tidak melewati lokasi yang sudah dipasang garis pengaman demi keselamatan bersama. Pemerintah akan berupaya maksimal melakukan penanganan secepatnya,” ujar Bupati Abusama.
Ia juga menegaskan pentingnya kewaspadaan selama musim penghujan yang masih berlangsung.
“Kita harus tetap siaga. Bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan atau dekat aliran sungai, saya minta untuk selalu waspada terhadap potensi longsor dan banjir. Keselamatan adalah yang utama,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan berkomitmen untuk terus melakukan monitoring dan memberikan respons cepat terhadap potensi bencana, guna memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
Tak Masuk Usulan PPPK Paruh Waktu, Honorer Non Database di Musi Rawas Bakal Diajak Temui KemenPANRB |
![]() |
---|
Tak Masuk Usulan PPPK Paruh Waktu, Puluhan Honorer Non Database Ngadu ke DPRD Musi Rawas |
![]() |
---|
Masa Jabatan Habis, 13 Kades di Musi Rawas Bakal Menjabat Lagi Hingga 2 Tahun Ke Depan |
![]() |
---|
2.300 Honorer di Musi Rawas Jadi Prioritas Pengusulan PPPK Paruh Waktu, Non Prioritas Ada 800 Orang |
![]() |
---|
Baterai dan Panel Surya Alat Pengamatan Hujan Milik BMKG di Musi Rawas Dicuri, Penting Pantau Banjir |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.