Pemusnahan Bom di Garut Makan Korban

Penampakan Terakhir Rustiawan, Warga Garut Sebelum jadi Korban Tewas Ledakan Amunisi Kedaluwarsa

Tak sendiri, ia bersama teman-temannya yang disebut-sebut turut ditugaskan dalam proses pemusnahan itu.

|
Editor: Weni Wahyuny
Tangkapan Layar via Tribun Jabar
LEDAKAN AMUNISI DI GARUT - Rustiawan sebelum tragedi ledakan maut di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025). Ia disebut turut terlibat dalam proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa tersebut 

"Kami dari pemerintahan desa tidak menerima warga kami dianggap memulung, tidak mungkin memulung karena lokasi tersebut dijaga ketat. Apalagi saat kejadian kan anggota TNI juga jadi korban," ungkap dia.

Doni menjelaskan bahwa saat ini pihak keluarga masih menunggu proses identifikasi yang dilakukan di RSUD Pameungpeuk. Rencananya sembilan korban sipil akan disemayamkan hari ini di rumah duka.

"Kami turut berduka cita atas kejadian ini, semoga amal ibadah pada korban diterima di sisi Allah," ungkapnya. 

Baca juga: Curhat Pilu Salim, Syok 2 Adiknya Tewas dalam Ledakan Amunisi di Garut, Tinggalkan 4 Anak 

Korban Teridentifikasi

Tim identifikasi berhasil mengidentifikasi korban ledakan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Korban yang berhasil diidentifikasi yakni 4 anggota TNI dan 5 orang warga sipil.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Sistem Informasi Manajemen RSUD Pameungpeuk Yani Suryani.

"Belum (diserahkan) masih harus diperiksa oleh tim DVI (Disaster Victim Identification)," ujarnya kepada awak media di ruang jenazah RSUD Pameungpeuk, Senin (12/5/2025) malam.

Ia menuturkan saat ini keluarga korban diminta mengumpulkan data-data penunjang identitas seperti ijazah, foto korban, sikat gigi hingga baju.

"Itu semua kami minta untuk memudahkan proses identifikasi," ungkapnya.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen Wahyu Yudhayana menjelaskan kronologis kejadian yang menewaskan 13 orang.

Ke-13 orang tewas itu terdiri dari empat anggota TNI dan 9 orang warga sipil.

Mereka tewas terkena ledakan amunisi dalam kegiatan pemusnahan bom atau pemusnahan amunisi tak layak pakai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, Senin (12/5/2025) pagi sekira pukul 09.30 WIB.

Menurut Brigjen Wahyu, tim penyusun amunisi dari TNI sudah melaksanakan pengecekan personel dan lokasi hingga dinyatakan aman untuk dilakukan pemusnahan.

"Tim penyusun amunisi ini menyiapkan dua lubang sumur, lalu tim pengamanan masuk dan dinyatakan aman hingga dilakukan peledakan di dua sumur tadi," katanya

Baca juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sampaikan Duka Mendalam atas Insiden Ledakan Amunisi di Garut

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved