Pemusnahan Bom di Garut Makan Korban
Dinamai "Daerah Peledakan", Warga Ungkap Fakta Lokasi Pemusnahan Amunisi di Garut Tewaskan 13 Orang
Kesaksian salah satu keluarga korban yang meninggal, Enggan Burhanudin saat tragedi ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025).
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM - Kesaksian salah satu keluarga korban yang meninggal, Enggan Burhanudin saat tragedi ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025).
Diketahui, akibat insiden ledakan di lokasi pemusnahan amunisi TNI di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, 13 orang kehilangan nyawa.
Korban yakni, empat anggota TNI dan sembilan warga sipil dinyatakan tewas di TKP.
Enggan Burhanudin menyebutkan lokasi ledakan amunisi ini ternyata sudah dinamakan oleh warga sekitar dengan sebutan daerah peledakan.
Pasalnya, lokasi tersebut dijadikan tempat meledakkan amunisi kedaluwarsa milik TNI.
Adapun jarak TKP dengan rumahnya sekira 3 km.
"Masyarakat di sekitar menamakan daerah itu sebagai daerah peledakan, jarak rumah saya ke daerah peledakan itu kurang lebih 3 sampai 4 km," kata Enggan Burhanudin dilansir Youtube tvOneNews, Rabu (14/5/2025).
Dalam setahun, ada saja ledakan terdengar.
"Lokasi tersebut dalam setiap tahun pasti ada sekali dijadikan tempat pemusnahan amunisi kedaluwarsa milik TNI," katanya.
Enggan bercerita bagaimana awal mula ia mendengar kabar sepupunya bernama Dadang Hermawan turut menjadi korban dalam ledakan itu.
Berawal dari grup WhatsApp yang ramai tersebar informasi beberapa orang menjadi korban meninggal dunia akibat ledakan dahsyat tersebut.
Baca juga: Chat Terakhir Mayor CPL Anda Rohanda Sebelum Gugur Dalam Ledakan Amunisi Garut, Kini jadi Kenangan

Lebih lanjut, Enggan mengatakan sempat mendengar tiga kali dentuman.
"Tadi sekitar pukul 9.30 WIB terdengar suara dentuman, yang sampai telinga saya pada waktu itu ada tiga dentuman," tuturnya.
Baca juga: Curhat Pilu Ayah Pratu Afrio usai Anak Gugur Ledakan Amunisi di Garut, Rencana Menikah Bulan Depan
Menurutnya, suara dentuman pertama dan kedua suaranya cukup nyaring.
Namun, ketiga kalinya terdengar suara lebih pelan dibanding sebelumnya.
Gugur dalam Ledakan Amunisi, Ini Keinginan Terakhir Kopda Eri Priambodo, Sempat Ingin Sunatkan Anak |
![]() |
---|
Tewas Terkena Ledakan, Kisah Tragis Pratu Afrio Setiawan Batal Nikahi Kekasih Bulan Depan |
![]() |
---|
Keinginan Terakhir Kopda Eri Priambodo Sebelum Gugur Ledakan Amunisi di Garut, Ingin Sunatkan Anak |
![]() |
---|
Chat Terakhir Mayor CPL Anda Rohanda Sebelum Gugur Dalam Ledakan Amunisi Garut, Kini jadi Kenangan |
![]() |
---|
'Harga Nyawa Jangan Dianggap Murah', Anggota DPR Pertanyakan SOP Pemusnahan Amunisi di Garut |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.