Pemusnahan Bom di Garut Makan Korban

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sampaikan Duka Mendalam atas Insiden Ledakan Amunisi di Garut

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut mengucapkan belasungkawa atas insiden tragis terjadi

Editor: Moch Krisna
(KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY)
KEBIJAKAN VASEKTOMI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Balai Kota Depok, Selasa (29/4/2025). Vasektomi yang direncanakan Dedi untuk jadi syarat penerima bansos menjadi sorotan. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut mengucapkan belasungkawa atas insiden tragis terjadi saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut Selatan tewaskan 13 orang, Senin (12/5/2025).

"Kami atas nama Pemprov Jabar menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya empat anggota TNI dan sembilan warga sipil dalam musibah kecelakaan pemusnahan amunisi tak terpakai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut," ujarnya, dilansir siaran resminya via Tribunjabar.com.

KDM turut mengutarakan keprihatinannya atas musibah tersebut dan mendoakan agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

"Semoga amal ibadah diterima Allah SWT dan keluarga diberikan ketabahan," lanjutnya.

SUMUR AMUNISI - Foto diduga sumur tempat pemusnahan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, Senin (12/5/2025).  Fakta tragedi ledakan terjadi saat proses pemusnahan bom kedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menimbulkan 13 korban jiwa.
SUMUR AMUNISI - Foto diduga sumur tempat pemusnahan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, Senin (12/5/2025). Fakta tragedi ledakan terjadi saat proses pemusnahan bom kedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menimbulkan 13 korban jiwa. (Tribunjabar.com)

Sebagai wujud solidaritas, Gubernur Dedi juga mengimbau masyarakat Jawa Barat untuk mengirimkan doa bagi para korban.

Ia mengajak seluruh warga agar bersama-sama memanjatkan doa, tidak hanya bagi mereka yang gugur, tetapi juga untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan.

Kejadian tragis ini berlangsung pada Senin pagi ketika amunisi yang telah kedaluwarsa dimusnahkan. Ledakan yang tiba-tiba terjadi menyebabkan 13 nyawa melayang, dengan rincian empat anggota TNI dan sembilan warga sipil. Pecahan amunisi dari ledakan tersebut menjadi penyebab utama korban meninggal.

Para prajurit TNI yang gugur dalam insiden tersebut adalah Kolonel Antonius Hermawan, Mayor Anda Rohanda, Kopda Eri Dwi Priambodo, dan Pratu Aprio Setiawan.

Sedangkan korban dari kalangan warga sipil di antaranya Iyus Ibing, Erus Setiawan, Iyus asal Cimerak, A Toto, Endang, Ipan, Anwar, Agus, dan Dadang.

Musibah ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat. Ucapan duka serta doa dari berbagai kalangan terus mengalir, menunjukkan rasa kebersamaan dan empati yang kuat. 

Semua pihak berharap tragedi ini menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kewaspadaan demi mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kata Kapuspen TNI

Kapuspen TNI Mayjen Kristomie angkat bicara terkait insiden ledakan saat pemusmanahan amunisi tak layak pakai atau kedaluwarsa telan korban di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025).

Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi mengungkapkan, sebanyak empat dari 13 korban tersebut adalah anggota TNI.

Para korban sudah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk untuk otopsi jenazah. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved