Berita Viral

Penjelasan Kapuspen TNI Soal Letjen Kunto Arief Batal Dimutasi : Tak Ada Kaitannya dengan Politik

Kristomei menegaskan tidak ada faktor politis di balik pembatalan mutasi terhadap tujuh perwira tinggi (pati) TNI, termasuk Letjen Kunto Arief Wibowo.

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA
BATAL MUTASI TNI- Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Kristomei Sianturi saat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (27/3/2025). Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Kristomei Sianturi angkat sebut tak ada kaitannya dengan politik soal batal dimutasi menjadi Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).  

TRIBUNSUMSEL.COM- Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Kristomei Sianturi angkat bicara terkait batalnya Letjen Kunto Arief Wibowo batal dimutasi menjadi Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). 

Ada tujuh perwira TNI yang sebelumnya mutasi diatur berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor KEP 554/IV/2025 tanggal 29 April 2025, batal dilaksanakan. 

Kristomei menegaskan tidak ada faktor politis di balik pembatalan mutasi terhadap tujuh perwira tinggi (pati) TNI, termasuk Letjen Kunto Arief Wibowo.

Baca juga: Letjen Kunto Arief Putra Try Sutrisno Batal Dimutasi Jadi Stafsus KSAD, Panglima TNI Ungkap Alasan 

Kristomei Sianturi mengatakan, alasannya karena ada beberapa perwira tinggi (pati) dalam daftar tujuh pati tersebut yang masih dibutuhkan pada jabatan lamanya.

"Ada beberapa perwira yang memang masih dibutuhkan organisasinya saat ini untuk melakukan sesuai dengan perkembangan situasi dan ancaman saat ini gitu ya," kata Kristomei dalam konferensi pers, Jumat (2/5/2025).

Kristomei menjelaskan, pati yang dipertahankan pada jabatan lamanya itu membuat pergeseran tidak dapat berjalan.

Sebab, para pati berada dalam sebuah rangkaian mutasi untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan oleh pati lainnya.

"Dalam satu rangkaian mutasi itu ada beberapa pati yang juga harus bergeser, karena rangkaian dia. Jadi jika satu tidak bisa bergeser, maka yang lain pun tidak bisa bergeser," kata Kristomei.

Oleh sebab itu, pimpinan TNI dan kepala staf angkatan akhrinya memutuskan untuk menangguhkan proses mutasi terhadap tujuh orang pati yang berada dalam satu gerbong tersebut.

"Sehingga pimpinan TNI dan kepala staf angkatan merasa perlu untuk menangguhkan untuk gerbong yang harus bergeser ini digantikan oleh gerbong lainnya yang memang harus segera bergeser," ujar dia melanjutkan.

Kristomei menjelaskan, pembatalan mutasi ini tidak bersifat permanen karena Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) TNI akan terus bersidang untuk membahas pengisian sejumlah posisi yang ditinggal karena pejabatnya pensiun atau dimutasi.

Baca juga: 4 Bulan Jabat Pangkogabwilhan I, Letjen Kunto Arief Putra Try Sutrisno Dimutasi jadi Stafsus KSAD

Ia menyebutkan, perwira-perwira TNI yang pensiun terus bertambah setiap bulannya.

"Ketika nanti misalnya sudah mendekati waktunya, mereka akan mengonfirmasi lagi gitu, kepala staf angkatan dan panglima TNI, apakah masih sesuai dengan kemarin polanya, atau ada perubahan-perubahan di hadapan dengan perkembangan situasi dan tugas-tugas yang ada," kata dia.

Ia menyebutkan, keputusan tersebut sudah melalui mekanisme resmi dalam sidang Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti).

Sehingga, Kristomei Sianturi menegaskan tidak ada faktor politis di balik pembatalan mutasi terhadap tujuh perwira tinggi (pati) TNI, termasuk Letjen Kunto Arief Wibowo.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved