Berita Viral

Ditegur Dedi Mulyadi, SMK di Bekasi Batalkan Perpisahan ke Bali usai Wali Murid Ngadu Biaya Rp6 Juta

SMK Karya Pembaharuan Kabupaten Bekasi akhirnya membatalkan kegiatan perpisahan ke Bali pada Juni 2025 mendatang usai ditegur Dedi Mulyadi

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
ACHMAD NASRUDIN YAHYA/KOMPAS.com/Ig/dedimulyadi71
SMK BATALKAN STUDY TOUR- (kiri) Suasana SMK Karya Pembaharuan di Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jumat (25/4/2025). (kanan) Dedi Mulyadi dan seorang ibu di Kabupaten Bekasi curhat bahwa kegiatan study tour yang diselenggarakan sekolah anaknya ke Bali memakan biaya Rp 5-6 juta. SMK Karya Pembaharuan Kabupaten Bekasi akhirnya membatalkan kegiatan perpisahan ke Bali pada Juni 2025 mendatang usai ditegur Dedi Mulyadi 

TRIBUNSUMSEL.COM - SMK Karya Pembaharuan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akhirnya membatalkan kegiatan perpisahan ke Bali pada Juni 2025 mendatang.

Pembatalan ini tak lepas setelah SMK tersebut diperingatkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang menerima aduan dari wali murid yang keberatan dengan biaya kegiatan study tour.

Wali murid tersebut terbebani dengan biaya rencana kegiatan perpisahan tersebut dipatok mencapai Rp 5-6 juta.

Baca juga: Curhat Ibu di Bekasi Biaya "Study Tour" Anak Ke Bali Dipatok Rp6 Juta, Dedi Mulyadi Tindak Tegas

LARANGAN STUDY TOUR DILANGGAR- Kepada Dedi Mulyadi, seorang ibu di Kabupaten Bekasi curhat bahwa kegiatan study tour yang diselenggarakan sekolah anaknya ke Bali memakan biaya Rp 5-6 juta. 
LARANGAN STUDY TOUR DILANGGAR- Kepada Dedi Mulyadi, seorang ibu di Kabupaten Bekasi curhat bahwa kegiatan study tour yang diselenggarakan sekolah anaknya ke Bali memakan biaya Rp 5-6 juta.  (Ig/dedimulyadi71)


Dedi Mulyadi pun langsung menindak tegas kepada sekolah terkait untuk menghentikan kegiatan study tour ke Bali

Setelah viral di media sosial, pihak sekolah membantah kegiatan tersebut bukan dalam bentuk study tour, tetapi perpisahan. 

Meski demikian, rencana kegiatan ini akhirnya dibatalkan.
 
"Kita coba kooperatif dan mengikuti apa yang menjadi aturan. Artinya meniadakan," kata Kepala SMK Karya Pembaharuan Ahmad Tetuko Taqiyudin usai dipanggil Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Jawa Barat, Jumat (25/4/2025), dilansir dari Kompas.com.
 
Katanya, kegiatan itu merupakan perpisahan siswa dan siswi. 

Perpisahan digelar sebagai setelah para murid tiga tahun menempuh pendidikan.

"Ini yang perlu diluruskan bahwa SMK Karya Pembaharuan sepanjang berdirinya sekolah tidak pernah ada study tour, tapi yang perpisahan pasca-ujian nasional dan kelulusan siswa," ujar Tetuko. 

Selain itu, Tetuko juga membantah besaran biaya kegiatan perpisahan  senilai Rp 5-6 juta sebagaimana aduan wali murid ke Dedi Mulyadi.

Ia menjelaskan, sejak penerimaan siswa didik tahun ajaran baru, wali murid sudah menyepakati biaya bulanan iuran perpisahan sebesar Rp 300.000. Jumlah tersebut dibayarkan selama tiga tahun.

Besaran itu terdiri dari sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) Rp 150.000, tabungan akhir ujian kelas sampai ijazah Rp 50.000, dan perpisahan ke Bali Rp 100.000.

Baca juga: "Tolong Hentikan!", Dedi Mulyadi Beri Peringatan ke SMK di Bekasi Study Tour Rp6 Juta ke Bali

Nilai tersebut telah disepakati oleh wali murid sejak awal dengan dasar surat penerimaan siswa baru.

Merujuk kesepakatan tersebut, Tetuko bilang, total besaran perpisahan ke Bali bukan Rp 5-6 juta, melainkan Rp 3,6 juta.

"Perpisahan yang disepakati untuk angkatan tahun ini dari mulai 2022/2023 semenjak mereka kelas 10 itu sebulannya Rp 100.000 selama tiga tahun dengan total Rp 3,6 juta," jelasnya. 

Setelah pembatalan kegiatan ini, pihak sekolah berjnaji akan mengembalikan iuran kegiatan perpisahan ke wali murid. 

"Pengembalian setelah kelulusan sekaligus penerimaan ijazah," imbuh dia.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved