Citizen Jurnalism

OPINI: Semoga Kami Tak Perlu Lagi Mencari Pak Walikota

Apakah akan terus membiarkan orang banyak dirugikan dengan kelebu setiap musim hujan, ataukah akan menjadi sosok yang memiliki "legacy".

Editor: Vanda Rosetiati
DOKUMENTASI PRIBADI
Akademisi Komunikasi Lingkungan UIN Raden Fatah, Dr. Yenrizal, M.Si penulis Opin: Semoga Kami Tak Perlu Lagi Mencari Pak Walikota. 

Tetapi pertanyaannya, apakah akan terus membiarkan orang banyak dirugikan dengan kelebu setiap musim hujan, ataukah akan menjadi sosok yang memiliki "legacy", warisan berharga bagi masa depan? Pak Walikota lah yang akan menjawabnya.

Ratu Dewa dikenal sebagai orang yang sudah kenyang pengalaman di birokrasi. Dari awal sampai ke capaian sekarang ia memang sudah biasa dengan segala aktivitas pelayanan publik. Seluk beluk pastilah paham, jalan tikuspun tentu ia tahu.

Tentu beliau tahu pula penyebab banjir di kota ini. Kota ini terbentuk bukan sim salabim, tapi diatur oleh kebijakan yang dikendalikan oleh pemerintah. Kalau ada daerah aliran air yang ditutup, jika RTH tidak memenuhi syarat, bangunan melanggar ketentuan, tentu beliau paham juga. Bukankah banyak perangkat dibawahnya, para Kepala Dinas, Tim Teknis, yang akan memberikan kajian, pertimbangan, dan kemudian mengeksekusi.

Sangat miris sebenarnya, saat banjir datang, Pak Walikota harus berbasah-basah masuk ke genangan air. Alih-alih mengendalikan banjir, bisa jadi Pak Wali justru dianggap pencitraan. Akan lebih baik, pulanglah ke kantor, buka RTRW, cermati titik kesalahan, temukan solusi, ambil kebijakan. 

Oleh karena itu, mumpung Pak Walikota baru menjabat, baru memegang kendali keputusan, benahilah seluruh benang kusut ini. 

Harapan para warga sederhana saja, saat musim hujan datang, "kami tak perlu lagi mencari Pak Walikota", warga bisa tidur dengan nyenyak, dan air mengalir pada tempatnya. Sesederhana itu.

===

Baca berita dan artikel lainnya langsung dari google news

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved