CITIZEN JOURNALISM: Menggali Identitas Budaya Kota Palembang: Warisan Tradisi di Era Modern

Menggali Identitas Budaya Kota Palembang: Warisan Tradisi di Era Modern. Citizen Journalism, Muhammad Bagus Salsabilla.

Tayang:
Editor: Vanda Rosetiati
Muhammad Bagus Salsabilla/Citizen Journalism
Foto adat dan budaya Kota Palembang. 

Menggali Identitas Budaya Kota Palembang: Warisan Tradisi di Era Modern

Muhammad Bagus Salsabilla *                                                                                    
Putri Citra Hati, M.Sos **

PALEMBANG, kota tertua di Indonesia, bukan hanya terkenal sebagai ibu kota Sumatera Selatan, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan yang kaya dan unik. Dengan sejarah panjang sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya, Palembang menyimpan warisan tradisi yang berakar kuat, mulai dari seni, kuliner, hingga adat istiadat. Namun, bagaimana identitas budaya ini bertahan di tengah arus modernisasi?

Salah satu aspek yang mencerminkan kekayaan budaya Palembang adalah seni kulinernya. Pempek, tekwan, dan pindang bukan sekadar makanan, tetapi simbol keakraban dan kebersamaan masyarakat. Dalam setiap gigitan pempek, tersimpan cerita tentang leluhur yang pandai memanfaatkan hasil sungai untuk menciptakan makanan khas yang kini dikenal di seluruh dunia.

Selain kuliner, tradisi tekstil seperti kain songket juga menjadi identitas Palembang yang tak tergantikan. Songket Palembang, dengan motif-motifnya yang penuh filosofi, merepresentasikan keindahan dan kehalusan budaya Melayu. Sayangnya, di era modern, minat generasi muda terhadap songket mulai memudar, tergantikan oleh tren pakaian yang lebih sederhana dan praktis.

Namun, Palembang tidak hanya bergantung pada warisan masa lalu. Kota ini juga berhasil merangkul budaya modern tanpa kehilangan akar tradisionalnya. Komunitas seni dan budaya di Palembang kini aktif menggelar acara yang memadukan seni tradisional dengan sentuhan kontemporer, seperti festival musik, pameran seni, hingga parade budaya.

Tantangan utama Palembang ke depan adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan adaptasi terhadap perubahan zaman. Pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat harus bergandengan tangan untuk memastikan budaya lokal tetap hidup, relevan, dan dihargai oleh generasi mendatang.

Budaya Palembang adalah cermin jati diri warganya. Dalam setiap sudut kota, dari Jembatan Ampera hingga Sungai Musi, kita bisa menemukan jejak sejarah yang penuh makna. Mari kita rawat dan kembangkan identitas budaya ini agar Palembang tidak hanya dikenal sebagai kota sejarah, tetapi juga sebagai kota yang mampu menginspirasi Indonesia dan dunia.

Jika ada tema atau sudut pandang lain yang ingin diperluas, seperti budaya spesifik atau komunitas tertentu di Palembang, beri tahu saya untuk menyesuaikan tulisan ini.

----

* Penulis adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (ILKOM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN Fatah) Palembang.
** Dosen akademisi Prodi ILKOM Fisip UIN Raden Fatah Palembang.

====

Baca berita dan artikel lainnya langsung dari google news

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved