Berita Lubuklinggau

Lelang Jabatan Lubuklinggau Diwarnai Isu Formalitas, Wali Kota Sebut Semua ASN Punya Peluang Sama

Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau, Sumsel saat ini tengah melakukan lelang untuk mengisi 8 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
LELANG JABATAN -- Wali Kota Lubuklinggau H Rachmat Hidayat (Yoppy Karim) menepis isu lelang jabatan di Pemkot Lubuklinggau hanya formalitas. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis 


TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau, Sumsel saat ini tengah melakukan lelang untuk mengisi 8 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Sebanyak 27 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) bersaing untuk memperebutkan jabatan tersebut dan saat ini sudah memasuki tahap wawancara.

Di tengah lelang jabatan berlangsung, berhembus isu, bila lelang jabatan tersebut hanya formalitas dan para pejabat yang akan mengisi jabatan itu sudah 'ditentukan' oleh wali kota Lubuklinggau.

Menanggapi hal itu. Wali Kota Lubuklinggau, H Rachmat Hidayat menegaskan bila isu tersebut tidak benar dan semua ASN yang mengikuti proses mempunyai kesempatan yang sama.

"Pemerintah Kota Lubuklinggau tidak ada jual beli jabatan," kata Yoppy usai pembukaan seleksi penulisan karya tulis dan wawancara seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama Kota Lubuklinggau tahun 2025 pada wartawan, Rabu (5/3/2025).

Baca juga: Pemkot Lubuklinggau Cari Solusi Penggajian Honorer, Janji Tak Akan Ada Yang di Rumahkan

Yoppy mengaku sebagai pimpinan hanya menuntut ASN yang mengikuti proses lelang tersebut untuk siap profesional dan menjaga integritas selama bertugas.

"Karena hanya kita menuntut profesional mereka dalam bekerja dan loyalitasnya dan integritas setiap pegawai," ujarnya.

Yoppy menegaskan dan memastikan tidak ada istilah jual beli jabatan dan tidak ada istilah cawe-cawe dalam mengisi jabatan dilingkungan Pemkot Lubuklinggau.

"Sekarang masih tahap pengumpulan makalah dan karya ilmiah yang mengikuti asesmen kemarin dari 28 satu mengundurkan diri, jadi totalnya 27 orang, InsyAllah setelah dikumpul dan akan ada wawancara," ungkapnya.

Yoppy pun tidak menapik pasti ada isu jual beli jabatan, namun ia menganalogikan isu tersebut hal yang lumrah dalam setiap pengisian jabatan.

"Kita tidak menapik, karena kita tidak pernah menceritakan yang bagus ditempat yang tidak bagus. Artinya kalau hal-hal semacam itu pasti ada," bebernya.

Sementara,  Plt Kepala BKPSDM Kota Lubuklinggau, H Dian Chandera melaporkan tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural melalui asesmen, dan presentasi karya tulis serta wawancara

Adapun jumlah peserta yang mengikuti seleksi ini sebanyak 26 orang, terdiri dari 22 PNS Kota Lubuk Linggau, 3 PNS Kabupaten Musi Rawas dan 1 PNS dari Musi Rawas Utara.

Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuk Linggau sendiri membuka delapan jabatan yakni Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat, Kepala Sat Pol PP, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, serta Sekretaris DPRD.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved