Viral Ribut di Perumahan
Klarifikasi Pengelola Perumahan, Bantah Larang Masuk Warga Nunggak Iuran Pengelolaan Lingkungan
Viral di sosial media ketegangan antara penghuni perumahan di kawasan Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang. dengan pihak pengelola.
Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Viral di sosial media ketegangan antara penghuni perumahan di kawasan Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang. dengan pihak pengelola.
Bahkan ketegangan ini juga melibatkan anggota DPRD Sumsel tersebut adalah H Toyeb Rakembang yang naik pitam setelah kendaraannya tidak diperbolehkan masuk ke komplek kawasan elit tempat tinggalnya itu.
Dari narasi beredar, Toyeb Rakembang disebut dilarang masuk oleh security dikarenakan belum membayar Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL).
Belakangan terungkap, bukan hanya Toyeb Rakembang yang melayangkan protes, namun sejumlah warga perumahan itu juga melakukan hal serupa karena dilarang masuk ke komplek perumahan.
Terkait kabar yang kini beredar, pihak perumahan angkat bicara.
Direktur PT Arak Griya Intiguard, Nanang Supriatna mengatakan, aksi menutup jalan itu dilakukan warga di kawasan itu berlangsung sejak siang menjelang saat Jumat hingga pukul 18.00 WIB sehingga menutupi kendaraan lain yang akan keluar.
"Untung kita punya pintu darurat di belakang cluster sehingga kita buka pintu itu agar penghuni lainnya bisa melintas," kata Nanang Supriatna, Senin (17/2/2025).
Baca juga: Viral Anggota DPRD Sumsel Tak Boleh Masuk Perumahan Gegara Belum Bayar Iuran Pengelolaan Lingkungan
Nanang mengatakan perumahan itu konsepnya terkelola di bidang keamanan dan kebersihan lingkungan atau kawasan sehingga diadakan uang Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) yang disepakati oleh warga itu sendiri dan tertuang dalam surat perjanjian pengikatan jual beli (SPPJB) dan berlaku selamanya.
Besaran nominal uang IPL itu variatif mulai dari yang terendah sebesar Rp 40.000 - Rp 900.000 tergantung tipe unit rumah dan luas tanahnya.
Nanang menjelaskan uang IPL itu untuk digunakan untuk keamanan, kebersihan lingkungan, perawatan taman mulai dari pintu gerbang masuk sampai ujung jalan perumahan sepanjang lebih kurang 7 KM.
Selain itu uang IPL juga digunakan untuk biaya perawatan taman dalam cluster, perawatan jalan, angkut sampah setiap hari, bayar BPJS karyawan dan lain sebagainnya.
Nanang merinci kronologis perintangan jalan masuk cluster, itu dilakukan oleh oknum warga cluster Somerset East sebanyak empat orang sejak akan salat Jumat hingga pukul 18.00 WIB.
Sebab usia salat jumat keempat kendaraan itu tetap berada di depan gerbang masuk dan keluar cluster tersebut.
Jumat (14/2/2025) sekitar pukul 11.00 WIB, warga bernama Agus Kelana dengan masuk gerbang cluster Somerset East tepat dibawah portal mobilnya berhenti dan parkir sehingga portal tidak bisa ditutup kembali karena terhalang badan mobil.
Tidak berapa lama datang satu unit mobil Mitsubishi Pajero hitam yang dikendarai oleh Ali Akbar ternyata setelah dibukakan portal oleh satpam mobilnya berhenti juga sehingga portal arah jalan keluar tidak bisa ditutup jadi jalan masuk maupun keluar tertutup oleh dua kendaraan tersebut.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.