Pekerja di Lubuklinggau Tewas Tersetrum
Penjelasan Polisi Soal Petugas di Lubuklinggau Tewas Tersetrum di Tiang Listrik
RS (29 Tahun) pekerja subkon PLN Lubuklinggau tewas tergantung saat tengah memperbaiki saluran listrik.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Warga Kota Lubuklinggau Sumsel sempat dibuat heboh tewasnya RS (29 Tahun) pekerja subkon PLN Lubuklinggau tewas tergantung saat tengah memperbaiki saluran listrik di Jalan Kelabat, RT 07, Kelurahan Wira Karya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.
Saat ini jenazah warga Kecamatan Lubuklinggau ini sudah dibawa ke rumah duka usai dilarikan ke rumah sakit Ar Bunda Lubuklinggau.
Hasil penyelidikan Polisi korban RS dan temannya Heru dijanjikan mendapat upah Rp 1 juta untuk melakukan penggantian kabel konektor di tiang listrik dan ampere di tempat usaha milik Michael Cendekia (Pemilik Bilyard Pocket) di Kota Lubuklinggau.
Kasatreskrim Polres Lubuklinggau AKP Hendrawan melalui Kanit Pidum Ipda Suwarno menyampaikan kronologis awal kejadian tersebut bermula saat kabel konektor di tiang listrik dan ampere di tempat usaha milik Michael Cendekia (Pemilik Bilyard Pocket) sebulan yang lalu rusak.
"Michael Cendekia menelpon Heru yang dia ketahui adalah pegawai instalasi yang bekerja di bagian lapangan PLN," ungkap Suwarno pada wartawan.
Lalu, pada tanggal 05 Januari 2025 Michele Cendekia menghubungi Heru untuk menanyakan kenapa ampre listrik di tempat usahanya turun.
"Pada hari Kamis tanggal 09 Januari 2025 Heru datang untuk melakukan survei pemasangan kabel di Bilyard Pocket Pool. Kemudian Michele menanyakan kapan untuk menganti kabel yang lama karena kabel yang lama terasa panas dan ingin menganti kabel ke ukuran yang lebih besar," bebernya.
Kemudian, Heru dan korban RS adalah karyawan yang terdaftar di PT HALEYORA sebagai pekerja lapangan yang bertugas melakukan perbaikan atau servis terhadap pengaduan masyarakat ke PLN melalui sambungan resmi pengaduan PLN 123.
"Heru dan RS sudah satu tahun bekerja secara bersama sama saat melakukan pekerjaan di lapangan," ujarnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Gunung Api Dempo Pagar Alam Erupsi Lagi Hari ini,Masyarakat Diimbau Jauhi Radius 1 KM
Selanjutnya, pada hari Jumat tanggal 12 Januari 2025 Pukul 17.30 WIB Heru menerima telpon dari Pipin yang merupakan temannya bermain biliard di studio Pocket Biliard yang beralamat di Jalan Kelabat yang meminta Heru untuk mengganti kabel yang mengaliri arus listrik ke Pocket Biliar.
Heru menyarankan agar mengganti ukuran kabel dengan ukuran yang lebih besar dari kabel lama 410 menjadi kabel 425 dengan agar kabel listik tersebut tidak panas berdasarkan keluhan dari Pemilik Pocket Bilyard.
"Heru menyanggupi dengan kesepakatan untuk bahan material pihak Pocket Biliard yang akan menyediakan dan Heru mendapatkan biaya jasa sebesar Rp. 1 juta yang akan diterimanya setelah pekerjaan itu selesai," ungkapnya.
Selanjutnya, pada hari Minggu tanggal 12 Januari 2025 pukul 08.15 WIB Heru dan korban RS tiba dilokasi yang sudah di janjikan yaitu tiang listrik di depan ZAKI Salon tepat diseberang Pocket Biliard di Jalan Kelabat.
Kemudian pukul 08.30 Wib Riki Saputra mulai naik ke atas tiang listrik menggunakan tangga aluminium dengan peralatan tali tambang sebagai pengaman dan alat-alat listrik yang biasa digunakan selama bekerja.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.