Berita Musi Rawas
Harga Sayuran di Pasar B Srikaton Musi Rawas, Wortel Rp 14 Ribu, Bawang Merah Rp 38 Ribu Perkilo
Pekan pertama tahun 2025, harga komonditas sayuran di Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel masih terpantau cukup tinggi.
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS - Pekan pertama tahun 2025, harga komonditas sayuran di Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel masih terpantau cukup tinggi.
Pantauan di Pasar B Srikaton, bahkan masih banyak pedagang yang belum berjualan.
Hal itu, terlihat dari banyaknya kios pedagang yang masih kosong.
Tak hanya itu, sejumlah pedagang juga mengaku masih sepinya pembeli.
Hal tersebut mungkin dampak belum stabilnya harga sejumlah kebutuhan pokok, termasuk sayuran yang harganya masih cukup tinggi.
Seperti halnya sayuran sawi yang mengalami kenaikan sebesar Rp2.000 per kilogramnya, menjadi Rp14.000 dari harga sebelumnya yang hanya Rp12.000.
Kemudian, harga sayuran jenis wortel juga naik dari 10.000 per kilogramnya menjadi Rp14.000 per kilogramnya, atau naik Rp4.000 per kilogramnya.
Namun, untuk harga sayuran kubis justru mengalami penurunan dari harga Rp20.000 per kilogramnya menjadi Rp14.000 per kilogramnya.
Sementara itu, harga cabai rawit hijau dan cabai merah besar keriting sama-sama masih bertahan di harga Rp40.000 per kilogramnya.
Begitu juga harga bawang merah dan bawang putih juga masih bertahan di harga Rp38.000.
Baca juga: Daftar Harga Sembako di Pasar Pulo Mas Empat Lawang Saat Libur Nataru, Daging Ayam Rp 36 Ribu
Baca juga: Bansos Sembako dan PKH Desember 2024 Cair Mulai Hari ini, Warga Musi Rawas Sumsel Padati Kantor Pos
Berdasarkan keterangan sejumlah pedagang, masih tingginya harga komonditas sayuran di tingkat pedagang saat ini, karena memang suplai sayuran dari wilayah Curup belumlah stabil.
"Hampir sebagian besar pasokan sayur ini dari wilayah Curup, sekarang suplainya belum maksimal," kata Wati salah seorang pedagang sayuran di Pasar B Srikaton kepada Sripoku.com, Selasa (7/1/2025).
Sedangkan, suplai sayuran dari petani lokal atau dari Musi Rawas sendiri tidak begitu banyak, sehingga tidak memenuhi kebutuhan ataupun permintaan masyarakat.
"Sebab, harga sayuran ini meskipun mahal,tetap dibeli oleh masyarakat, karena sudah menjadi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.
Dia mengaku, biasanya ketik suplai sayuran dari wilayah Curup kembali stabil, maka harga komonditas sayuran akan langsung turun dan kembali stabil.
Tak Masuk Usulan PPPK Paruh Waktu, Honorer Non Database di Musi Rawas Bakal Diajak Temui KemenPANRB |
![]() |
---|
Tak Masuk Usulan PPPK Paruh Waktu, Puluhan Honorer Non Database Ngadu ke DPRD Musi Rawas |
![]() |
---|
Masa Jabatan Habis, 13 Kades di Musi Rawas Bakal Menjabat Lagi Hingga 2 Tahun Ke Depan |
![]() |
---|
2.300 Honorer di Musi Rawas Jadi Prioritas Pengusulan PPPK Paruh Waktu, Non Prioritas Ada 800 Orang |
![]() |
---|
Baterai dan Panel Surya Alat Pengamatan Hujan Milik BMKG di Musi Rawas Dicuri, Penting Pantau Banjir |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.