Berita Bawaslu Sumsel
Bawaslu Sumsel Catat Tak Ada Petugas Pengawas Meninggal Dunia di Pilkada 2024
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Kurniawan mengungkapkan,
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Moch Krisna
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Arief Basuki Rohekan
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,-- Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Kurniawan mengungkapkan, bahwa dalam pengawasan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di wilayah Sumsel, pihaknya tidak mencatat adanya petugas pengawas Pemilu yang meninggal dunia selama bertugas.
Dimana dalam Pilkada serentak se Sumsel ini sendiri, ada sebanyak 13.206 petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTSP) yang tersebar di 17 Kabupaten kota se Sumsel, dan belum lagi 3.249 petugas pengawas ditingkat Kelurahan serta 241 Kecamatan yang ada.
"Sebelum, pelaksanaan hingga setelah Pilkada 2024, belum ada laporan terkait petugas pengawas pemilu di Sumsel yang mengalami kecelakaan kerja ataupun meninggal dunia dalam pengawasan pemilu" kata Kurniawan, Kamis (12/12/2024).
Menurut Kurniawan pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi dalam menjaga kesehatan seluruh jajaran pengawas pemilihan, untuk memastikan dalam kondisi sehat saat menjalankan tugas.
Diungkapkan Kurniawan langkah tersebut dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari melakukan skrining kesehatan saat perekrutan, pemberian vitamin kepada jajaran pengawas untuk menjaga stamina pada saat tahapan krusial.
Kemudian, melakukan koordinasi intensif secara berjenjang untuk mengingatkan jajaran pengawas soal kolektif kolegial dalam bekerja agar bagi pengawas yang kurang sehat bisa rehat sejenak namun tugas pengawasan tetap bisa berjalan.
Lalu, melakukan medical check up bagi jajaran Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota. Melakukan penanganan secepatnya apabila jajaran pengawas mengalami sakit atau kecelakaan dengan bekerja sama bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
"Kita memang ada kerjasama dengan pemerintahan dalam hal ini kementerian kesehatan. Kita koordinasi dan ada yang stay di beberapa tempat seperti Puskesmas. Langkah antisipasi ini ditempuh agar tidak ada lagi penyelenggara pemilu yang meninggal dunia pada saat menjalankan tugas," paparnya.
Disisi lain, Kurniawan pun mengapresiasi pihak- pihak dalam hal ini masyarakat, yang ikut dalam pengawasan partisipatif, sehingga pelaksanaan Pilkada di Sumsel yang baru usai berlangsung aman dan lancar.
"Dalam pengawasan partisipatif, kita lebih banyak ke pencegahan sehingga pelibatan masyarakat sangat penting. Faktor ini juga menjadikan Pilkada di Sumsel berlangsung lancar dan aman, " pungkasnya.
| Bawaslu Pastikan Proses Laporan Terkait Pembagian Sembako |
|
|---|
| 9 Hasil Pilkada di Sumsel Digugat ke MK, Bawaslu Perkirakan Awal Tahun Mulai di Sidang |
|
|---|
| Bawaslu Sumsel Belum Terima Gugatan Hasil Pilgub Sumsel 2024, Ada 9 Pilkada di Sumsel Digugat ke MK |
|
|---|
| Jadi TPD, Massuryati Pimpinan Sidang Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu di OI |
|
|---|
| Bawaslu Sumsel Gelar Sidang Pemeriksaan Dugaan Pelanggaran Kode Etik KPU Banyuasin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Ketua-Badan-Pengawas-Pemilu1.jpg)