Berita OKI
Temukan Kelemahan di Program Makan Bergizi Gratis, Pemkab OKI Siap Sampaikan di Rakornas
Pemkab OKI telah menjalankan 2 kali uji coba program makan bergizi gratis di sekolah yang berbeda.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM KAYUAGUNG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel telah menjalankan 2 kali uji coba program makan bergizi gratis di sekolah yang berbeda.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab OKI mendapati adanya kelemahan dalam menjalankan program ini yang selanjutnya akan disampaikan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) nantinya.
Saat dikonfirmasi Penjabat Sekda OKI, M Refly menyebut pelaksanaan makan siang bergizi telah dilakukan di SD 5 Kayuagung, Kecamatan Kayuagung dengan melibatkan 90 siswa.
Serta di SDN 1 Pulau Gemantung, Kecamatan Tanjung Lubuk dengan 136 siswa.
"Sudah 2 hari Jumat kita melakukan uji coba makan bergizi secara acak di sekolah-sekolah. Kami akan terus melakukan uji coba untuk melihat di mana kelemahannya," kata Refly dikonfirmasi, Kamis (14/11/2024) sore.
Menurutnya, salah satu kelemahan yang ditemukan seperti guru atau pengajar yang harus diperhatikan.
Seperti misalnya diberikan insentif guna mengurus program tersebut di sekolah masing-masing.
Selain itu, jenis lauk pauk yang akan diberikan kepada anak-anak sesuai tingkatan sekolah SD dan SMP.
"Maka setelah ditemukan ada sisi lemahnya akan kita bawa pada saat kita rakornas. Misalnya, rakornas pendidikan tentang pemberian makanan anak sekolah," ujarnya.
Dikatakan Refly, Pemkab OKI masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat menyangkut pemberian makan bergizi gratis yang direalisasikan di sekitar 400 sekolah SD dan 150 sekolah SMP.
"InsyaAllah di tahun 2025, program makan siang bergizi gratis sudah mulai diimplementasikan oleh pemerintah pusat. Karena itu, kami bersama forkopimda termasuk juga Polres OKI sudah berinisiasi melakukan uji coba," ungkapnya.
Disampaikan bahwa program ini tidak hanya bagi anak sekolah, nanti ada juga pemberian makanan bergizi untuk anak-anak stunting dan elemen-elemen anak bangsa lain.
"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat OKI, bersyukur dengan inisiasi progam pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia anak bangsa, anak-anak kita, mulai dari sekolah SD, SMP, SMA dan seterusnya," pungkasnya.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
Sempat Dilaporkan Hilang, Sapi Milik Bumdes Muara Telang OKI Ditemukan Terikat di Pohon |
![]() |
---|
SMAN 2 Kayuagung Batalkan Study Tour ke Bali dan Yogyakarta, Uang Rp 26,5 Juta Dikembalikan ke Siswa |
![]() |
---|
Kecamatan Tulung Selapan OKI Kebagian Dana Rp 30 M, Untuk Perbaikan Sejumlah Jalan |
![]() |
---|
Tampang Pasutri Asal Prabumulih Gelapkan 4 Motor & 3 HP di OKI, Ternyata Juga Beraksi di OKU Timur |
![]() |
---|
Polisi Bakar Arena Sabung Ayam di Desa Kota Bumi OKI, Pelaku Kabur Tinggal 4 Motor di TKP |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.