Pilkada Muratara 2024

Polisi Ungkap Alasan Letuskan Senjata Saat Ricuh Debat Pilkada Muratara, Pelaku Kericuhan Diburu

Polisi masih memburu pelaku tindak pidana dalam kericuhan saat debat Pilkada Muratara 2024 di Hotel Novotel Palembang.

TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAD KURNIAWAN
Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo angkat bicara soal ricuh debat Pilkada Muratara beberapa waktu lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Polisi masih memburu pelaku tindak pidana dalam kericuhan saat debat Pilkada Muratara 2024 di Hotel Novotel Palembang beberapa waktu lalu. 

Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo mengatakan, nama-nama orang yang terlibat kericuhan sudah dikantongi.

Saat ini pihaknya sedang mengejar terduga pelaku.

Pihaknya juga sudah meminta keterangan masing-masing pelapor.

"Yang pasti di dalam persoalan waktu itu ada tindak pidana kita kejar orangnya, lagi kita kejar. Pelapor sudah kita periksa semua," ujar Anwar, Selasa (12/11/2024).

Baca juga: Ricuh Debat Pilkada Muratara Berujung Laporan Polisi, Simpatisan Ngaku Wajahnya Dipukul Berkali-kali

Ketika ditanyai mengenai adanya seseorang yang meletuskan senjata api, Anwar tak menampik kalau itu adalah seorang anggota polisi.

"Oh itu hanya mau berusaha meredam keributan yang terjadi. Itu adalah petugas yang mau memisahkan ya dia anggota Polri lah. Bisa dibilang (walpri) ya begitulah, " katanya.

Untuk mengantisipasi kericuhan yang sama terjadi lagi pada debat kedua, Polda Sumsel akan melakukan pengecekan secara ketat.

"Rencananya kita secara humanis melalukan penggeledahan badan kepada para pendukung yang hendak mengikuti debat. Terutama pendukung yang di luar, kalau ditemukan sajam dan senpi akan ditindak tegas," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya pendukung paslon 02 dan 03 Calon Bupati Muratara saling melaporkan terjadinya tindak kekerasan saat debat paslon di Novotel Palembang pada 29 Oktober 2024.

Salah satu pelapor dari pendukung paslon 02 Arias mengatakan, saat itu ia mendekat dan berusaha melerai keributan tersebut namun tiba tiba datang seseorang berinisial R diduga dari tim nomor 03 memukulnya.

"Kami ada bukti video rekaman bahwa R ini merupakan sopir dari paslon nomor urut 3, dan dia memukul saya pada saat kejadian," kata Arias beberapa waktu lalu.

Sedangkan peristiwa yang sama juga dilaporkan korban Hajar Aswan salah seorang simpatisan paslon 03 warga Desa Suka Menang, Karang Jaya, Musi Rawas Utara.

Kuasa hukum korban, Albukhori mengatakan, kliennya adalah salah satu pendukung paslon nomor urut 03, saat itu kliennya sedang menghadiri acara debat pertama paslon di Hotel Novotel Palembang.

Lalu tiba-tiba datang dua orang yang tidak dikenal langsung memukul wajahnya berkali-kali.

"Kami datang ke Polda Sumsel atas adanya peristiwa malam itu dimana korban klien atau pihak kita bernama Hajar Aswan, diduga menjadi korban penganiayaan. Terlapor inisial A dan I," ujar Albukhori, usai menjalani BAP Polda Sumsel, Kamis (31/10/2024).

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved