Berita Palembang

5.000 Orang Urus Paspor Perbulan, Imigrasi Palembang Berharap Masyarakat Buat Paspor Secara Mandiri

Untuk itu Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang Khairil Mirza berpesan kepada masyarakat, untuk mandiri dalam pembuatan paspor.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang Khairil Mirza - 5.000 Orang Urus Paspor Perbulan, Imigrasi Palembang Berharap Masyarakat Buat Paspor Secara Mandiri 

Tugas kami letak wilayah strategis, ada enam wilayah kerja di Kabupaten/Kota di Sumsel yaitu Palembang, Prabumulih, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir.

* Sejauh mana kewenangan imigrasi tentang keluar masuknya warga negara asing

Kita namanya TPI tempat pemeriksaan imigrasi, kita ada dua TPI udara dan laut. Pada April TPI udara di Palembang tidak ada untuk reguler, karena bandara bukan internasional lagi. Walupun status nya sudah dicabut, tapi masih ada umrah khusus carter Palembang Jeddah. 

Sedangkan untuk di laut kita masih beroperasi di Pelabuhan BOM Baru, perlintasan ekspor impor yang bawa barang dari berbagai negara seperti Singapura dan lain-lain. 

* Periksanya gimana kalau di pelabuhan 

Ada laporan akan ada kapal datang dari luar, jadi nantinya ada petugas imigrasi yang datang langsung memeriksa. Didata jumlah orang sesuai paspor dan diperiksa sesuai SOP, dilihat masa berlaku paspor dan lain-lain. Biasanya mereka di sini satu Mingguan yang diperiksa WNI dan WNA. 

Disamping itu juga kita melakukan pengawasan WNA di wilayah kerja kita seperti di tempat-tempat proyek, perusahaan dan lain-lain. Kita awasi, ijin tinggal dan lain-lain.

* Berapa WNA yang ada di wilayah kerja Anda 

Lebih kurang ada 400 an WNA yang bekerja di wilayah kerja kita.

* Bisa dijelaskan apa itu M-Paspor 

M-Paspor merupakan aplikasi yang dilaunching sejak 2022 untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang mau membuat paspor. Jadi masyarakat tidak perlu antre dan masyarakat tinggal memilih mau buat paspor di kantor imigrasi mana. 

Misal warga Jakarta, lagi di Palembang bisa buat paspor di Palembang. Jadi bisa menentukan kapan, jam dan di mana mau buatnya. Dengan M-Paspor juga mengurangi penggunaan kertas. Jadi cukup di scan barcode antreannya. Kemudian berkasnya juga dibawa yang dibutuhkan saja.

* Banyak masyarakat yang membuat paspor biasa apa elektronik

Paspor elektronik awalnya berlaku di kota besar, namun kebijakan dirjen seluruh kanim dan beberapa imigrasi luar negeri wajib menggunakan e paspor. Masyarakat cukup antusias menggunakan e paspor karena banyak keuntungan seperti kalau ke Jepang nggak perlu bayar visa atau bebas visa. Lalu memudahkan kunjungan ke luar negeri, tidak pakai kertas lagi cukup di scan. 

Kalau dari halaman sama, yang membedakan kalau e paspor ada cip nya dan dari sisi harga. Kalau e paspor harganya Rp 650 ribu sedangkan yang biasa Rp 350 ribu. Banyak peminatnya yang suka jalan-jalan, karena nggak ribet. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved