Breaking News

Pilkada Banyuasin 2024

Rangkuman Debat Pertama Pilkada Banyuasin 2024, Pembangunan Hingga Pemekaran Banyuasin Timur

Di atas podium, keduanya sepakat ini bukanlah debat melainkan diskusi. Karena, apa yang dilakukan selama lima tahun ke belakang merupakan program mere

Tayang:
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Wawan Perdana
Tribunsumsel.com/ Linda Trisnawati
Calon Bupati Banyuasin Slamet Somosentono dan pendampingnya Alfi (berdiri baju biru) saat menyampaikan janji pemekeran Kabupaten Banyuasin Timur dalam debat Pilkada Banyuasin 2024 yang dilaksanakan di Graha Sedulang Setudung, Banyuasin, Sumsel, Rabu (9/10/2024) malam. 

TRIBUNSUMSEL. COM, BANYUASIN-Calon Bupati Banyuasin Askolani-Netta Indian dan Slamet Somosentono-Alfi S Rustam, melaksanakan debat pertama di Graha Sedulang Setudung Kota Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Rabu (9/10/2024) malam.

Debat dimulai dengan memaparkan secara singkat visi misi masing-masing pasangan calon dalam waktu empat menit. 

Di atas podium, keduanya sepakat ini bukanlah debat melainkan diskusi. Karena, apa yang dilakukan selama lima tahun ke belakang merupakan program mereka berdua sebagai bupati dan wakil bupati Banyuasin.

Meski masing-masing pendukung yang hadir di dalam Graha Sedulang Setudung, berteriak mendukung jagoan mereka, tetapi Askolani dan Slamet Somosentono terlihat santai memaparkan, menjawab pertanyaan dari panelis dan menyangga apa yang dijawab masing-masing kandidat.

Debat publik perdana yang mengusung tema pembangunan dan kesejahteraan ini menghadirkan tiga panelis yakni Prof DR Alfitri, DR Afriantoni, dan Jhon Heri SH.

Prof Alfitri yang mengambil pertanyaan dari sub tema infrastruktur langsung dijawab pasangan nomor urut 1 dengan waktu dua menit. 

Askolani mengatakan bersama Netta akan tetap membuat pembangunan Banyuasin berkelanjutan dengan Banyuasin Bangkit Adil Sejahtera. Karena, selama kepemimpinannya bersama pakde Slamet sudah ada 704 km jalan terselesaikan dibangun. Dari itu, ia akan kembali melanjutkan pembangunan.

"Saya bersama Netta indian, akan melanjutkan program yang belum selesai. Jadi, beri kami kesempatan untuk lanjutkan. Oleh sebab itu, lima tahun sebelumnya kami sudah mulai membangun ibukota Pangkalan balai," kata Askolani.

Kecamatan Banyuasin 3 khususnya kota  Pangkalan Balai yang menjadi ibukota Banyuasin harus berikan program lebih konkrit untuk menjadi ibukota Banyuasin.

"Sudah ada Politeknik Sriwijaya dan rumah sakit Sterio akan dijadikan rumah sakit skala internasional. Kedepan, ibukota Pangkalan Balai kedepan akan terus dilanjutkan," kata Askolani

Slamet menanggapi apa yang diungkapkan Askolani. Menurut Slamet, membangun infrastruktur yang baik, air bersih harus mengalir tiap hari di Pangkalan Balai.

Dalam debat itu, Slamet Somosentono sempat mendapatkan pertanyaan dari panalis terkait pemekaran kabupaten Banyuasin yakni Kabupaten Banyuasin Timur dan Banyuasin Tengah.

Dalam jawabnnya Slamet, menuturkan mewujudkan Banyuasin Timur dan Tengah atau pemekaran sesuai dengan perintah UU. Manfaatnya bagi masyarakat dalam pemekaran sangat membutuhkan pemerataan pembangunan 

"Otonom Banyuasin Timur dan Tengah, bisa mewujudkan kesejahteraan, pelayanan publik ke rakyat, ekonomi juga. Adanya pemekaran, diuntungkan adalah masyarakat. Kami sangat setujui," kata slamet.

Baca juga: Bermodalkan Pengalaman Pemekaran Banyuasin, Slamet Somosentono Janjikan Pemekaran Banyuasin Timur

Dalam tanggapannya dari jawaban cabup nomor urut 2, Askolani mengungkapkan prinsip pemekaran dibutuhkan tiap daerah, dengan tujuan mendekatkan pelayanan kepada msyarakat. Karena Banyuasin yang luas dan kedepan bisa dimekarkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved