10 Tahun Pemerintahan Jokowi

Berkah Pemerataan Internet, Asih Pengusaha UMKM di PALI Makin Kencang Berjualan

Peningkatan kualitas internet ini sangat berdampak pada pelaku usaha mikri kecil dan menengah (UMKM) dalam memperluas pemasaran maupun sebagai ajang

Tayang:
Penulis: Apriansyah Iskandar | Editor: Wawan Perdana
Tribunsumsel.com/ Apriansyah Iskandar
Asih (28 tahun) atau yang dikenal dengan sapaan akrabnya Asri Seroja sukses membangun usaha minuman dan makanan kekinian dengan mengoptimalkan pemasaran melalui digitalisasi. 

Tak hanya pelaku UMKM, dampak dari berkembangnya kualitas jaringan internet yang semangkin baik di Kabupaten PALI ini, juga menambah penghasilan tukang ojek seperti yang dirasakan Agus warga Talang Ubi.

Agus mengatakan, sejak ikut bergabung dengan layanan OJOP PALI untuk jasa delivery penjualan secara online berdampak pada penambahan penghasilan dikarenakan banyak pesanan dari pelanggan yang minta dibelikan makanan maupun dari pelaku usaha yang ingin barang pesanan pembeli di antarkan.

"Perubahan nya sangat jelas saat koneksi internet yang saat ini mulai lancar, kalau dulunya ingin berhubungan harus ketemu langsung, sekarang bisa melalui WhatsApp maupun secara video call. Kita juga sebagai tukang ojek banyak juga menerima orderan melalui WhatsApp, jadi sangat membantu lah untuk perekonomian," ujar Agus.

Begitu juga dengan Santoso warga Talang Ubi lainnya, yang sering memanfaatkan aplikasi market place seperti Shopee, Tokopedia dan Titok shop untuk mencari barang-barang yang dibutuhkan dan di inginkan nya.

"Sangat membantu sekali, karena untuk membeli sesuatu tidak perlu lagi jauh-jauh ke Palembang, pengiriman barang juga cepat, apalagi dibantu dengan telah tersedia infrastruktur jalan tol di Prabumulih," kata dia.

Diakuinya, kualitas sinyal internet mulai lancar di Kabupaten PALI pada tahun 2018 lalu, sehingga memudahkan masyarakat dalam jual beli online.

"Sudah hampir merata kalau sekarang, tapi masih ada dibeberapa tempat yang masih blank spot sinyal, harapan saya untuk kedepannya permasalahan tersebut bisa teratasi dan jaringan komunikasi semakin baik sehingga semangkin memudahkan masyarakat," tukasnya. 

Selama satu dekade kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dimulai pada periode pertama 2014-2019 hingga periode kedua 2019-2024, Indonesia telah mengalami transformasi digital yang tidak hanya menyentuh sektor-sektor strategis, tetapi juga mengubah kehidupan sehari-hari masyarakat dari desa hingga kota.

Di pelosok pedesaan, internet kini tak lagi menjadi barang langka. Akses yang lebih merata telah memungkinkan petani untuk menjual hasil bumi mereka secara daring, sementara di kota-kota besar, transformasi digital telah mengubah cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi.

Dari peningkatan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan berbasis digital hingga berkembangnya ekonomi kreatif yang dipicu oleh e-commerce, transformasi ini telah membawa Indonesia ke era baru yang lebih terkoneksi dan inklusif.

Salah satu pencapaian paling signifikan sepanjang satu dekade ini adalah peningkatan kecepatan internet. Dari kecepatan rata-rata 2,5 Mbps pada 2014, kini meningkat hingga 25 Mbps.

Peningkatan kecepatan internet ini sejalan dengan pertumbuhan penetrasi internet di Indonesia. Berdasarkan data yang dipublikasi Kemenkominfo bersama Katadata pada September 2024, penetrasi internet di Indonesia meningkat signifikan dari 34,9 persen pada 2024 menjadi 77,02 persen pada 2022. Ini berarti lebih dari tiga perempat penduduk Indonesia kini memiliki akses internet. 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved