10 Tahun Pemerintahan Jokowi
Berkah Pemerataan Internet, Asih Pengusaha UMKM di PALI Makin Kencang Berjualan
Peningkatan kualitas internet ini sangat berdampak pada pelaku usaha mikri kecil dan menengah (UMKM) dalam memperluas pemasaran maupun sebagai ajang
Penulis: Apriansyah Iskandar | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALI-Penggunaan teknologi digital telah menjadi hal yang semakin penting bagi sektor UMKM (Usaha Kecil Mikro dan Menengah) untuk memasarkan produknya.
Selama 10 tahun pemerintahan Presiden Jokowi, akses internet semakin merata ke seluruh pelosok negeri, termasuk di Kabupaten PALI, Sumatera Selatan (Sumsel).
Sejak 2018, kualitas sinyal internet di PALI sudah 4G.
Peningkatan kualitas internet ini sangat berdampak pada pelaku usaha mikri kecil dan menengah (UMKM) dalam memperluas pemasaran maupun sebagai ajang promosi produk-produk dagangan mereka.
Layanan koneksi internet yang menjangkau disetiap daerah tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah melalui Proyek Palapa Ring demi ketersediaan infrastruktur layanan jaringan serat optik sebagai tulang punggung bagi sistem telekomunikasi nasional yang menghubungkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Bukti keseriusan pemerintah dalam percepatan pelaksanaan Proyek Infrastruktur Strategis/Prioritas Nasional tersebut tercantum dalam Perpres No.3 tahun 2016.
Pembangunan Palapa Ring ditujukan untuk mengikis gap layanan telekomunikasi antara di Pulau Jawa dengan daerah lain di Indonesia.
Tentunya dengan hadirnya Palapa Ring memberikan peluang bisnis baru bagi industri Usaha Kecil Menengah (UKM) di pelosok daerah.
Serta meningkatkan pendidikan melalui fasilitas internet dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat lewat kegiatan ekonomi digital
Seperti yang dirasakan oleh entrepreneur muda di Kabupaten PALI bernama Asih (28 tahun) atau yang dikenal dengan sapaan akrabnya Asri Seroja, yang sukses membangun usaha minuman dan makanan kekinian.
Asih yang merupakan salah satu pelaku UMKM Seroja di Kabupaten PALI ini mengaku sangat terbantu dengan layanan koneksi internet cepat dalam mendukung penjualan online setiap produk usahanya.
Dengan berkembangnya kualitas signal internet menjadi lebih baik, peran dunia digital media sosial yang dimanfaatkannya adalah salah satu kunci berkembangnya usaha yang ditekuni nya dalam memudahkan memberikan pelayanan kepada pelanggan secara delivery (online).
"Sangat terbantu ya, di era sekarang semuanya serba cepat, serba ingin instan, serba ingin praktis. Jadi dengan adanya jaringan internet di seluruh Indonesia ini, sangat membantu para pelaku UMKM khusus nya di Kabupaten PALI dari segi penjualan secara online," kata Asih saat ditemui di kedai Seroja kawasan Golf Pendopo Talang Ubi, Kamis (10/10/2024).
Menurut dia, perbandingan perkembangan jaringan komunikasi di Kabupaten PALI sudah cukup berkembang pesat dibandingkan beberapa tahun belakangan ini.
Dimana di era tahun 2015 kebawah, untuk sinyal provider sangat terbatas, bahkan harus mencari ketempat daerah yang agak tinggi untuk berkomunikasi melalui handphone.
Namun sejak tahun 2015 keatas, sinyal beberapa provider perusahaan telekomunikasi sudah dapat diakses oleh masyarakat PALI, ditambah lagi kualitas sinyal internet yang sudah 4G sejak tahun 2018 silam.
Sehingga berkembangnya kegiatan ekonomi digital juga berdampak bagi para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten PALI.
"Perbandingan dengan dulu dan sekarang sangat jauh, dimana kalau dulu untuk sinyal provider handphone aja masih kesulitan sinyal. Tapi kalau sekarang seluruh sinyal provider perusahaan komunikasi sudah masuk, ditambah lagi jaringan internet nya sudah lebih baik dan hampir terjangkau disetiap wilayah Kabupaten, walaupun memang masih ada beberapa titik yang blank spot sinyal," ujarnya.
Oleh karena itu, dengan ketersediaan jaringan internet yang lebih baik, Asih memanfaatkan peran media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp dalam mendukung penjualan secara online.
Disamping itu, peran media sosial itu juga membantu dalam hal memperomosikan produk-produk dagangannya.
"Jadi dengan adanya sosmed yang sangat memudahkan ini dapat menjangkau semua kalangan, sehingga membantu dalam mempromosikan produk-produk kami dan juga penjualan secara online, jadi pembeli selain datang langsung ke kedai, bisa juga melakukan pemesanan secara online melalui akun Facebook, Instagram dan WhatsApp Seroja, untuk pengirimannya kami bekerja sama dengan OJOP atau Ojek online di PALI,"ungkapnya.
"Dan juga dengan adanya akses internet yang cepat ini, berdampak juga dengan peningkatan omzet penjualan dari usaha kami," tambahnya.
Senada dengan Asih, hal serupa juga dirasakan oleh Santi, pedagang bubur ayam di kawasan tersebut.
Dalam penjualan, selain membuka kedai Santi juga memanfaatkan penjualan secara Delivery melalui pemesanan secara online di sosial media.
"Kita awalnya sebelum membuka kedai bubur ayam, awalnya berjualan secara online melalui Facebook, sangat membantu dalam penjualan, rata-rata penjualan sehari-hari selain pelanggan datang langsung, pesanan juga banyak dari online," tuturnya.
Dia juga mengaku, dengan kualitas sinyal internet di Kabupaten PALI yang semakin cepat saat ini, penjualan secara online bagi pelaku UMKM sepertinya, tentunya sangat menjanjikan.
Karena menurutnya di era digitalisasi sekarang, rata-rata pembeli ingin cara yang praktis ketika ingin memesan makanan yang diinginkan dan tak perlu jauh-jauh lagi untuk datang ketempat penjual.
"Semuanya berproses ya, kalau dari tahun-tahun sebelumnya sinyal masih 2G kemudian 3G dan saat ini 4G tentunya semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses internet, dengan kondisi ini tentunya semakin banyak peningkatan terutama untuk pelaku UMKM seperti saya, kerasa banget dampaknya dalam penjualan online," terangnya.
Apalagi menurutnya, sudah banyak layanan market place yang didukung jasa ekspedisi yang masuk di Kabupaten PALI, sehingga masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota besar untuk membeli produk-produk yang dibutuhkan.
"Karenakan semuanya dalam genggaman sekarang, jadi apapun yang kita butuhkan dapat diakses dan dibeli melalui gadget, seperti saya kalau mau beli perlengkapan-perlengkapan untuk usah, tidak perlu lagi untuk datang kekota besar seperti Palembang, Bandung dan sebagainya, cukup melalui online aja, "jelasnya.
Tak hanya pelaku UMKM, dampak dari berkembangnya kualitas jaringan internet yang semangkin baik di Kabupaten PALI ini, juga menambah penghasilan tukang ojek seperti yang dirasakan Agus warga Talang Ubi.
Agus mengatakan, sejak ikut bergabung dengan layanan OJOP PALI untuk jasa delivery penjualan secara online berdampak pada penambahan penghasilan dikarenakan banyak pesanan dari pelanggan yang minta dibelikan makanan maupun dari pelaku usaha yang ingin barang pesanan pembeli di antarkan.
"Perubahan nya sangat jelas saat koneksi internet yang saat ini mulai lancar, kalau dulunya ingin berhubungan harus ketemu langsung, sekarang bisa melalui WhatsApp maupun secara video call. Kita juga sebagai tukang ojek banyak juga menerima orderan melalui WhatsApp, jadi sangat membantu lah untuk perekonomian," ujar Agus.
Begitu juga dengan Santoso warga Talang Ubi lainnya, yang sering memanfaatkan aplikasi market place seperti Shopee, Tokopedia dan Titok shop untuk mencari barang-barang yang dibutuhkan dan di inginkan nya.
"Sangat membantu sekali, karena untuk membeli sesuatu tidak perlu lagi jauh-jauh ke Palembang, pengiriman barang juga cepat, apalagi dibantu dengan telah tersedia infrastruktur jalan tol di Prabumulih," kata dia.
Diakuinya, kualitas sinyal internet mulai lancar di Kabupaten PALI pada tahun 2018 lalu, sehingga memudahkan masyarakat dalam jual beli online.
"Sudah hampir merata kalau sekarang, tapi masih ada dibeberapa tempat yang masih blank spot sinyal, harapan saya untuk kedepannya permasalahan tersebut bisa teratasi dan jaringan komunikasi semakin baik sehingga semangkin memudahkan masyarakat," tukasnya.
Selama satu dekade kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dimulai pada periode pertama 2014-2019 hingga periode kedua 2019-2024, Indonesia telah mengalami transformasi digital yang tidak hanya menyentuh sektor-sektor strategis, tetapi juga mengubah kehidupan sehari-hari masyarakat dari desa hingga kota.
Di pelosok pedesaan, internet kini tak lagi menjadi barang langka. Akses yang lebih merata telah memungkinkan petani untuk menjual hasil bumi mereka secara daring, sementara di kota-kota besar, transformasi digital telah mengubah cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi.
Dari peningkatan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan berbasis digital hingga berkembangnya ekonomi kreatif yang dipicu oleh e-commerce, transformasi ini telah membawa Indonesia ke era baru yang lebih terkoneksi dan inklusif.
Salah satu pencapaian paling signifikan sepanjang satu dekade ini adalah peningkatan kecepatan internet. Dari kecepatan rata-rata 2,5 Mbps pada 2014, kini meningkat hingga 25 Mbps.
Peningkatan kecepatan internet ini sejalan dengan pertumbuhan penetrasi internet di Indonesia. Berdasarkan data yang dipublikasi Kemenkominfo bersama Katadata pada September 2024, penetrasi internet di Indonesia meningkat signifikan dari 34,9 persen pada 2024 menjadi 77,02 persen pada 2022. Ini berarti lebih dari tiga perempat penduduk Indonesia kini memiliki akses internet.
| 1.235 KM Jalan Tol Trans Sumatera Sukses Dibangun dalam 1 Dekade, Bantu Konektivitas Pulau Sumatera |
|
|---|
| Puput Senang, Dengan Adanya LRT Palembang yang Terintegrasi Feeder, Berangkat Kuliah Jadi Nyaman |
|
|---|
| Manfaatkan Jalan Tol, Hendry Sukses Bisnis Ekspedisi Truk Pendingin, Tak Lagi Was-was Kirim Makanan |
|
|---|
| Indah Rela Bolak-Balik Kerja Palembang-Kayu Agung Demi Kumpul Dengan Keluarga, Senang Ada Jalan Tol |
|
|---|
| Bunda Rayya Senang, Bisnis Kue Basahnya Terbantu Jalan Tol, Hari Ini Kirim Besok Sampai ke Pelanggan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ASih-Seroja.jpg)