Berita Lahat
Rejeki Petani di Akhir Tahun, Setelah Kopi Kini Harga Lada di Lahat Tembus Hingga Rp 75 Ribu Perkilo
Simin, petani lada hitam di Desa Muara Tawi, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat mengatakan, harga jual lada hitam saat ini kisaran Rp 70.000-Rp 75.000.
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Slamet Teguh
Laporan Wartawan Sripoku. Com Ehdi Amin
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT - Petani lada hitam di Lahat kini tengah bahagia.
Pasalnya, harga lada hitam kini tengah tinggi.
Simin, petani lada hitam di Desa Muara Tawi, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat mengatakan, harga jual lada hitam saat ini kisaran Rp 70.000-Rp 75.000 perkilogram.
Harga tersebut menurutnya terbilang cukup bagus.
"Sejak harga lada hitam merangkak naik Rp 75.000 perkilogram beberapa tahun lalu, sudah buat petani kita semangat lagi merawat kebun mereka. Tidak meninggalkan tanaman seperti sebelumnya,"terangnya,Jumat (4/10/2024).
Dikayakannya, untuk harga jual lada hitam di tingkat petani terkadang naik turun, namun tetap bekisar diharga Rp 70.000-Rp 75.000 perkilogram.
Namun untuk lada putih, harganya tetap diatas Rp 100.000 perkilogram.
Kebanyakan petani di Kecamatan Jarai menanamnya dengan sistem tumpang sari, dengan tanaman kopi. Untuk penjualan sifatnya masih berupa barang mentah lada hitam, bukan berupa produk yang sudah menjadi bubuk atau sejenisnya.
"Harapan kita, harga jual lada hitam jangan turun lagi, tapi naik seperti harga kopi. Karena sistem tanam kita tumpang sari dengan tanaman kopi, petani jelas jadi semangat. Usai panen kopi, di penghujung tahun ini bisa panen sahang. Jadi cukup buat pendapatan petani jadi meningkat," sampainya.
Baca juga: Kopi Robusta Lahat Kini Bersertifikat Indikasi Geografis, Diharapkan Jadi Produk Unggulan
Baca juga: Sejumlah Petani di Wilayah Dataran Tinggi Lahat Masih Panen Kopi Hingga Saat Ini
Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat, Vivi Angraeni SSTP MSi menerangkan, dari 24 kecamatan di Lahat hanya enam kecamatan tidak ada perkebunan lada, yakni Kecamatan Lahat, Merapi Timur, Merapi Selatan, Pagar Gunung, Gumay Talang dan Kecamatan Kikim Tengah.
"Total perkebunan lada di Kabupaten Lahat mencapai 641 hektar. Kecamatan Muara Payang yang terluas, mencapai 88 hektar, lalu Mulak Sebingkai seluas 74 hektar dan Kota Agung seluas 68 hektar," terang Vivi.
Dari total luasan perkebunan lada tersebut, Vivi menerangkan, hasil produksi lada di tahun 2023 mencapai 230 ton, dengan total petani sebanyak 557 kepala kaluarga.
Menurutnya, komoditi perkebunan yang dihasilkan oleh petani, sudah cukup bagus kualitasnya dan memiliki potensi untuk dipasarkan secara global.
Untuk itu petani dipinta terus konsisten menjaga kualitas hasil kebunnya.
"Kita akan terus berupaya memperluas areal tanaman perkebunan, terutama untuk komoditas-komoditas yang memiliki potensi pasar yang besar, seperti komoditi lada ini," sampainya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
2 Begal Asal Empat Lawang Gagal Beraksi di Lahat, Motor Dibakar Massa Hingga Pelaku Lari ke Kebun |
![]() |
---|
Hujan Tak Merata Terjadi di Lahat, BPBD Imbau Masyarakat Waspada Bencana |
![]() |
---|
Demi Jaminan Kualitas, Widia Ningsih Ungkap Pentingnya Sertifikasi Halal Bagi UMKM di Lahat |
![]() |
---|
Lahat Akhirnya Miliki Dewan Pengupahan, Bakal Segera Dikukuhkan Oleh Bursah Zarnubi |
![]() |
---|
Tinjau Lokasi Budidaya, Langkah Bursah Zarnubi Wujudkan Target Lahat Setop Datangkan Ikan dari Luar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.