Pilgub Sumsel 2024

Hanura dan PKN Disebut Bakal Lengkapi Syarat Heri Amalindo-Popo Ali Untuk Maju di Pilgub Sumsel 2024

Hingga saat ini, pasangan Hapal sendiri telah mengantongi dukungan 13 kursi dari 2 partai politik di DPRD Sumsel, yaitu PKB (7 kursi) dan PAN (6 kursi

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
Handout
Hanura dan PKN Disebut Bakal Lengkapi Syarat Heri Amalindo-Popo Ali Untuk Maju di Pilgub Sumsel 2024 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Heri Amalindo-Popo Ali (Hapal) mengaku optimis, bisa berlayar dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 27 November 2024 mendatang.

Hingga saat ini, pasangan Hapal sendiri telah mengantongi dukungan 13 kursi dari 2 partai politik di DPRD Sumsel, yaitu PKB (7 kursi) dan PAN (6 kursi).

Sementara syarat minimal dukungan untuk bisa mendaftar di KPU adalah 20 persen (15 kursi) dari total 75 kursi di DPRD Sumsel, atau saat ini masih kurang paling sedikit 2 kursi. 

Tim pemenangan Hapal, M Nopriansyah mengatakan jika, dari partai politik yang belum menentukan sikap di Pilgub Sumsel, sudah sepakat akan mendukung Hapal nantinya. 

"Memang saat ini kurang dua kursi lagi, tapi Insya Allah sudah ada komitmen akan mendukung Hapal nantinya," kata Nopriansyah, Senin (5/8/2024). 

Partai yang akan bergabung tersebut, dijelaskan Nopriansyah yaitu partai Hanura dan PKN, yang keduanya memiliki masing-masing satu kursi di DPRD Sumsel periode 2024-2029.

"Jadi kita menunggu rekomendasi resmi dalam bentuk form B1 Kwk saja. Insya Allah Hapal berlayar di Pilgub Sumsel, " tandasnya.

Disisi lain,  dengan Heri Amalindo adalah kader PDIP, besar kemungkinan Hapal akan diusung partai berlambang banteng dengan moncong putih yang memiliki 9 kursi, menjadikan akan melebihi syarat minimal dukungan. 

"InsyaAllah juga, nanti PDIP akan mengusung Hapal, " tandasnya. 

Baca juga: Sebagai Kader, HAPAL Optimis Dapat Tambahan Kursi Dari PDIP Untuk Maju di Pilgub Sumsel 2024

Baca juga: Butuh 2 Dari 13 Kursi Tersisa, Pasangan HAPAL Masih Tunggu Dukungan Untuk Maju di Pilgub Sumsel 2024

Berdasarkan data terdapat 4 parpol yang belum menentukan pilihan, yaitu PDIP memiliki kursi terbanyak yang belum menentukan sikap dengan 9 kursi, disusul PPP 2 kursi, dan Hanura serta PKN yang masing-masing memiliki 1 kursi. 

Dalam kontestasi Pilgub Sumsel 2024 nanti terbuka diikuti 3 pasangan calon. Ketiganya yaitu, bakal pasangan Herman Deru- Cik Ujang (HDCU). HDCU sendiri sudah mendapat dukungan dari NasDem (10) Demokrat (8), PKS (7), dan Perindo 1 kursi (26 kursi total). 

Kemudian ada Mawardi Yahya- RA Anita Noeringhati (Matahati) yang diusung Golkar (12) dan Gerindra (11) sehingga total 23 kursi DPRD. 

Sedangkan kandidat lainnya, Heri Amalindo- Popo Ali (Hapal) saat ini telah mendapat dukungan dari PKB (7) dan PAN (6) sehingga baru 13 kursi, dan saat ini masih berjuang untuk mendapatkan dukungan partai politik lainnya seperti PDIP (9 kursi), Hanura (1), PKN (1) dan PPP (2), yang nasibnya menunggu keputusan 4 partai itu. 

Sementara, PDIP Sumsel sendiri mengatakan, pengusungan atau dukungan kepada pasangan calon kepala daerah baik tingkat provinsi, Kabupaten dan Kota semua ada di DPP PDIP.

Ketua Tim Penjaringan Cakada PDIP se Sumsel Robby B Puruhita mengatakan, dalam pengusungan dan dukungan cakada pastinya PDIP memiliki kriteria dan pertimbangan sendiri. 

"Prinsipnya untuk PDIP, pastinya akan mempertimbangkan dengan hati- hati, karena yang mau diusung ini adalah Calon Kepala Daerah, dan pastinya PDIP saat ini sudah menangkap apa yang diinginkan masyarakat  yang terbaik bagi masyarakat di Sumsel, baik untuk kontestasi di Pilgub (Pemilihan Gubernur) maupun Pemilihan Walikota ataupun pemilihan Bupati," kata Robby. 

Hal kedua menurut Robby, PDIP sendiri ada mekanisme dan tahapan sebelum menentukan dukungan di Pilkada, mulai dari penjaringan atau pendaftaran, hingga survei dan seterusnya. 

"Nah, sekarang kita sudah baru tahapan survei dan sudah selesai. Nantinya hasil survei itu akan jadi bahan bagi parpol mempertimbangkan selanjutnya untuk diambil putusan, dan yang mengambil putusan adalah DPP. Sedangkan DPD dan DPC hanya memberikan rangkuman- rangkuman bahan untuk jadi pertimbangkan DPP, dan kita sekarang masih menunggu dan DPP sedang mengkaji mendalam. Jadi aabar dulu masyarakat, InsyaAllah yang diputuskan PDIP yang terbaik, " terang mantan anggota DPRD Sumsel ini. 

Dijelaskan Ketua Badan Pemenangan (BP) Pemilu DPD PDIP Sumsel ini, terkait apakah partainya akan memprioritaskan kader dahulu atau non kader dalam pengusungan, pastinya yang diputuskan adalah yang terbaik. 

"Bahwa yang kita upayakan untuk nanti dijagokan partai yang terbaik untuk masyarakat Sumsel, dan pastinya yang terbaik. Jika ada kader dan non kader mendaftar semua akan dihadapkan pada proses yang sama, tetap mengikuti alur dari bawah apa tidak, survei atau tidak dan hasilnya seperti apa. Jadi tetap melalui mekanismenya yang sama. 

Ditempat terpisah DPD Partai Hanura pun hingga saat ini mengaku, belum mengeluarkan rekomendasi untuk Pilgub Sumsel, meski ada pasangan calon yang mengklaim mendapat dukungan, namun pihaknya masih menunggu DPP Hanura

"Jadi untuk dukungan Hanura, hingga saat ini belum sampai dukungan secara formal B1 kwk, dan sekarang masih dalam kajian DPP. InsyaAllah dalam beberapa hari kedepan diserahkan bertahap, " singkat ketua DPD partai Hanura Sumsel Ahmad Al Azhar. 

Hal yang sama diungkapkan Pimpinan Daerah (Pimda) PKN Sumsel Lucianty, jika partainya masih menunggu keputusan resmi PKN pusat. 

"Lagi proses B1 Kwk, (untuk waktunya) hati ini akan kita update hari ini, " pungkas Lucianty tanpa membenarkan dukungan tersebut. 

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved