Pilgub Sumsel 2024

Golkar Rekomendasikan Matahati Sebagai Bapaslon Pilgub Sumsel 2024, Hasil Survei Meningkat

Menurut Aswan dengan dukungan dari Partai Golkar tersebut, maka dipastikan pasangan Matahati akan berlaga di Pilkada 27 November mendatang.

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
Dokumen Matahati
Partai Golkar secara resmi mengusung pasangan Mawardi Yahya - RA Anita Noeringhati (Matahati) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 27 November 2024 mendatang. 

Dengan tiga partai pemenang Pileg di Sumsel itu (12 kursi), bergabung dengan Gerindra (11) dan PAN (6), menjadikan dukungan kursi di DPRD Sumsel sudah melampaui syarat minimal 15 kursi.

"Pertama, pasangan ini nanti memenuhi syarat formal maju, dan kedua partainya adalah pemenang pilpres. Itu yang jadi amunisi baik, dan artinya di Pilkada partai pemenang Pilpres akan mempengaruhi nantinya, " ucap Febrian.

Dijelaskan Febrian, tak menutup kemungkinan Pilgub Sumsel 2024 akan terjadi head to head, antara Herman Deru- Cik Ujang (26 kursi) melawan Matahati. Tanpa mengecilkan peluang Heri Amalindo- Popo Ali (Hapal) yang masih berjuang untuk meraih dukungan saat ini.

"Saya menilai nanti lebih berpeluang terjadi head to head, karena Hapal belum kelihatan, sebab lebih Heri yang nyalon dan Popo ikut konteks itu, " tandasnya.

Diungkapkan Febrian dengan peta kekuatan parpol yang ada, pastinya pertarungan Pilgub Sumsel akan terjadi keras, mengingat ini pertarungan awalnya teman pada 2018 (HD-MY), namun 2024 menjadi rival.

"Jelas pertarungan ini akan keras, dan lebih pas lagi menggambarkan. Meski elektabilitas survei HD tingguli, tapi dengan kepastian ini akan merubah persepsi masyarakat, dan ini saya pikir pertarungan keras sekali, " ungkapnya.

Diterangkan Febrian, dalam meraih kemenangan di Pilgub nanti pastinya paslon dan tim pemenang harus bisa mengatur strategi pemenangan.

"Jadi yang paling penting setelah ini apa, Matahati banyak lakukan gerakan. Kalau malu- malau belum tentu menaruh simpatik ke masyarakat, " tandasnya.

Di sisi lain dengan dukungan Golkar ke Matahati, maka peluang Popo Ali bersama Heri Amalindo untuk diusung Partai Golkar pastinya sudah tertutup, dan jikapun Hapal tetap ingin maju pastinya dari partai lainnya.

"Matahati sudah mengantongi rekom partai itu selesai, kalau Popo Ali berharap Golkar selesai, tapi partai lain bisa saja. Misal dia kader A tapi diusung partai B tak masalah, dan optimistis itu bisa dikatakan maju dan dari partai yang dia pikir bakal mendukung," jelasnya.

Dilanjutkan Febrian, untuk dukungan parpol lainnya, bisa saja nanti mencair dan bisa saja dalam poros koalisi Hapal atau bergabung dengan poros HDCU atau Matahati.

"Pastinya, yang lain parpol cair dan akhirnya akan ikut dimana berlabuh, dan biasanya suka saja, dan kewajiban costnya tentunya. Pasangan itu siap saja, karena sudah masuk manajemen mereka," pungkasnya. 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved