DPO Kasus Vina Cirebon Ditangkap

Cerita Basari Temui 5 Terpidana Kasus Vina di Lapas, Para Terpidana Bersumpah Tak Terlibat

Cerita Ketua RW 10 Karya Bakti, Basari mengunjungi lapas para terpidana kasus Vina Cirebon.

Youtube Kompas TV
Cerita Ketua RW 10 Karya Bakti, Basari mengunjungi lapas para terpidana kasus Vina Cirebon. 

"Artinya saya kenal dengan 7 terpidana, tapi 1 lainnya saya gak kenal, karena orang tuanya itu teman-teman saya semua," ujar Basari saat diwawancarai di rumahnya di Gang Bhakti Mulya 3, Selasa (18/6/2024) malam. Dikutip dari Tribunjabar.id

"Bahkan, ada yang masih terikat saudara, seperti ibunya Sudirman itu kalau manggil saya Kang Bas atau Uwa," ucapnya.

Baca juga: Kesaksian Bu Nining Pemilik Warung Usir Terpidana Kasus Vina, Akui Terganggu, Tak Yakin Pelaku

Namun, mengenai terpidana Rivaldy, Basari menegaskan bahwa ia tidak memiliki informasi apa pun.

"Secara kepribadian juga saya tidak kenal, temannya siapa, saya juga gak tahu," jelas dia.

Lebih lanjut, Basari juga menyebut bahwa ia tidak mengenal salah satu nama lain yang muncul dalam kasus ini, yaitu Pegi Setiawan.

"Kalau soal Sudirman kenal dengan Pegi Setiawan itu saya kurang tahu."

"Mungkin mereka teman kecilnya atau gimana, saya kurang tahu."

"Soalnya, saya juga gak kenal dengan nama Pegi Setiawan," katanya.

Kendati begitu, ia menegaskan bahwa dirinya sangat tidak percaya para terpidana terlibat dalam aksi geng motor yang dituduhkan.

"Ya kenapa saya sangat tidak percaya bahwa mereka (7 terpidana kasus Vina) bukan pelakunya, karena saya jujur secara pribadi tahu persis kondisi mereka dan kepribadian mereka," ujar Basari.

Basari, yang telah menjadi pengurus RW sejak 2002 hingga 2014 dan kembali menjabat tahun 2017 hingga awal 2025, menyatakan bahwa selama bertahun-tahun dirinya sering berinteraksi dengan masyarakat, termasuk para terpidana dan keluarganya.

"Artinya apa, selama itu saya sering berinteraksi dengan masyarakat, termasuk para terpidana dan keluarganya. Apalagi dari mereka, masih ada yang ikatan saudara," ucapnya.

Menurut Basari, latar belakang pekerjaan tujuh terpidana tersebut sebagai pekerja proyek atau kuli bangunan juga membuat tuduhan keterlibatan mereka dalam geng motor tidak masuk akal.

Dia menyebutkan bahwa mereka tidak memiliki motor yang bagus atau keren.

"Secara logika tidak masuk akal. Mereka memiliki motor bagus, keren juga tidak ada yang punya."

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved