Pilgub Sumsel 2024

Kata Pengamat Politik Soal Hasil Survei Elektabilitas Unggulkan Petahana Jelang Pilgub Sumsel 2024

Pengamat politik dari Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes) Bagindo Togar menilai, hasil survei yang dirilis saat ini masih belum real dan upaya untuk me

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Moch Krisna
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Pengamat Politik dari ForDes Bagindo Togar 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Arief Basuki Rohekan

TRIBUNSUMSEL. COM, PALEMBANG, -- Pengamat politik dari Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes) Bagindo Togar menilai, hasil survei yang dirilis saat ini masih belum real dan upaya untuk membuat opini. 

"Jadi itu modus petahana, semua pesaing itu sulit menang dengan jarak yang tidak mendekati. Karena kepentingannya kelompok tertentu jika saat ini, ' Kata Bagindo, Jumat (24/5/2024).

Pasalnya, survei yang ada belum menunjukkan pasangan dan masih 'meraba' dengan sistem random antar nama satu dengan nama lainnya. 

" Ini kok, HD dikatakan akan berpasangan dengan Agung Firman Sampurna. Padahal jelas- jelas Agung tidak maju dalam Pilkada, " paparnya. 

Ia sendiri mengungkapkan  untuk melihat hasil survei yang bisa mendekati kebenarannya, jika survei itu dilakukan jika kandidat sudah bergerak sehingga sudah diketahui siapa saja yang maju. 

"Survei nyata itu nanti terlihat pada Juni dan Juli, itu sangat kredibel bukan pesanan. Tapi kalau sekarang, itu survei semu, karena pasangan belum ada dan survei kandidat sendiri, " ucapnya. 

Bagindo menilai kenapa survei yang dilakukan Juli akan kredibel, pastinya user (pengguna) ingin mengetahui secara pasti hasil survei itu, tanpa intervensi drngan survei kredibel, objektif dan independen, untuk dilakukan evaluasi agar memenangi pertarungan di Pilkada. 

"Kalau sekarang ini masih semu dan by design, sama dengan survei Pilkada Palembang dan itu kepentingan untuk bohir, agar para pendukungnya dan sponsor cenderung suport kepetahana. Mengingat survei dianggap intrument terpercaya di sistem politik modern sekarang, " tandasnya. 

Ditambahkan Bagindo, dengan elektoral dibuat berjarak cukup jauh dengan kandidat lainnya, hal ini lebih untuk mendatangkan bohir atau sponsor kedepan. 

'Jadi, kalau sekarang dibuat berjarak saat ini, pastinya bohir pasti membantu mereka yang berpotensi menang, bukan dibantu yang kalah, " tandasnya. 

Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei mereka soal elektabilitas bakal calon Gubernur wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). 

Hasilnya, elektabilitas Gubernur Sumsel Herman Deru periode 2018-2023 mendominasi daripada calon lainnya. 

"Survei LSI digelar sejak 10 sampai 20 Mei 2024 dengan responden sebanyak 1.200 orang. Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error lebih-kurang 2.9 persen ," kata Direktur LSI Djayadi Hanan Jumat (24/5/2024) di Bukit Golf Palembang 

Dikatakan Djayadi, elektabilitas Herman Deru  tertinggi dalam simulasi semi terbuka atau banyak nama. Elektabilitasnya  itu jauh di atas calon calon gubernur  lainnya seperti Mawardi Yahya, Heri Amalindo, dan calon- calon lainnya. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved