Kecelakaan Bus Siswa SMK Lingga Kencana

Tangis Orangtua Rombongan Siswa SMK Lingga Kencana Kecelakaan Bus, Tak Terima Meski Dapat Santunan

Inilah tangis keluarga atau ahli waris rombongan siswa SMK Lingga Kencana yang tewas alami kecelakaan bus di Subang, tak terima meski dapat santunan..

Penulis: Thalia Amanda Putri | Editor: Moch Krisna
Tribunnewsdepok.com/M Rifqi Ibnumasy
Tangis Orangtua Rombongan Siswa SMK Lingga Kencana Kecelakaan Bus, Tak Terima Meski Dapat Santunan 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Thalia Amanda Putri

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Tangis keluarga atau ahli waris dari rombongan siswa SMK Lingga Kencana yang tewas alami kecelakaan bus di Subang[ecah.

Manakala pihak keluarga rupanya masih tak terima meski sudah mendapat santunan atas kecelakaan maut yang terjadi.

Baca juga: Bus Rombongan Siswa Kecelakaan di Subang, Yayasan SMK Lingga Kencana Siapkan Psikiater & Santunan

Diketahui jika pihak keluarga korban bus SMK Lingga Kencana Depok menerima santunan dari PT Jasa Raharja sebesar Rp 50 juta per orang.

Sedangkan, Pemkot Depok memberikan Rp 10 juta per orang.

Namun orang tua dan ahli waris korban tak kuasa menahan haru sekaligus kesedihan mendalam.

Meski mendapat santunan, orang tua korban merasa hal itu tidak bisa mengembalikan anaknya yang sudah meninggal.

Marsani misalnya, orang tua dari Dimas Aditya (17) ini tak bisa menutupi rasa sedih bercampur kecewa saat menerima santunan dari PT Jasa Raharja.

"Dapat santunan juga anak saya tidak bisa kembali," kata Marsani sambil menangis usai menerima santunan dari PT Jasa Raharja di SMK Lingga Kencana Depok, Senin (13/5/2024) dilansir dari Tribun Depok.

Menurut Marsani, Dimas merupakan sosok yang baik di mata keluarga.

"Dimas enggak pernah menyakiti hati saya," ujarnya.

Ia merasa jika kepergian Dimas menjadi pukulan kepedihan bagi Marsani dan keluarga.

Baca juga: Kisah Pilu 3 Sahabat Tewas Kecelakaan Bus Rombongan SMK Lingga Kencana di Subang, Akrab Sejak Kecil

Disisi lain, ibu siswa yang jadi korban yakni Ade Nabila Anggraini (19) bahkan menangis histeris hingga tubuhnya lemas menahan kesedihan.

Wanita berhijab hijau itu bahkan lunglai saat Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan Purwantono menyerahkan berkas santunan kepadanya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved